BMKG Catat 195 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Agustus 2026

BMKG Catat 195 Gempa Guncang Jawa Barat Selama Agustus 2026

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 19:00 WIB
Ilustrasi gempa
Ilustrasi gempa (Foto: Getty Images/kickers)
Bandung -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas seismik yang cukup tinggi di wilayah Jawa Barat sepanjang Agustus 2026. Stasiun Geofisika Kelas I Bandung merekam ratusan guncangan yang terjadi di berbagai titik.

"BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 195 kali gempa bumi telah mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama bulan Agustus 2026," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas I BMKG Bandung, Suaidi Ahadi, dalam keterangan resminya, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data BMKG menunjukkan bahwa mayoritas aktivitas tektonik tersebut bersumber dari kedalaman dangkal. Suaidi merinci distribusi gempa berdasarkan kedalamannya.

"Berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal (D<60 km) terjadi sebanyak 176 kejadian, gempa bumi menengah (60 km≤D≤300 km) sebanyak 19 kejadian dan gempa bumi dalam (>300 km) sebanyak 0 kejadian."

ADVERTISEMENT

Terkait kekuatan gempa, magnitudo terbesar yang tercatat mencapai M5.3, sementara yang terkecil berada di angka M1.0. Secara geografis, sebaran pusat gempa mencakup 110 kejadian di darat dan 85 kejadian di laut.

Dari total 195 kejadian, terdapat 18 gempa yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu peristiwa yang paling signifikan terjadi pada pekan pertama Agustus di wilayah selatan.

"Sepanjang periode bulan Agustus 2026 terdapat 18 kali gempa bumi yang dirasakan. Salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 5 Agustus 2026 pukul 21:55:41 WIB, yang berpusat 8.12 LS dan 107.91 BT pada kedalaman 8 Km. Gempa bumi berkekuatan 5.3 ini berlokasi di 79 km BaratDaya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat," jelas Suaidi.

Guncangan tersebut dilaporkan terasa di sejumlah wilayah dengan skala intensitas bervariasi. Di Kecamatan Kabandungan, intensitas mencapai III-IV MMI. Sementara di Kertasari, Baleendah, dan Solokanjeruk tercatat III MMI. Wilayah lain seperti Soreang, Ciwidey, Pangalengan, Parongpong, Panggarangan, Palabuanratu, hingga Lembang merasakan getaran pada skala II hingga III MMI.

BMKG mengimbau warga untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi resmi. Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi fisik bangunan pascagempa.

"BMKG menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi," pungkasnya.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads