Taman Lansia Kota Bandung kini memiliki suasana yang berbeda. Selain lebih segar setelah mendapat penataan, pagar taman di dekat Gedung Sate ini sekarang berukuran lebih tinggi dari sebelumnya.
Pantauan detikJabar, Selasa (1/9/2026), Taman Lansia kini telah dikelilingi pagar dengan cat warna putih, lengkap dengan ornamen lambang Pemkot Bandung. Taman Lansia menghabiskan anggaran Rp 1 miliar untuk revitalisasi dan selesai pada November 2025.
Selain suasananya lebih segar, akses masuk dan keluar di Taman Lansia dibuat lebih terpusat. Ada tiga pintu yang bisa digunakan pengunjung jika berencana jalan-jalan di taman tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang warga, Munajat (49), mengaku sepakat dengan konsep penataan saat ini. Selain fasilitasnya yang mendapat perawatan, ia sepakat dengan konsep akses masuk dan keluar yang kini lebih terpusat.
"Kalau ngelihat sekilas sih setuju aja yah konsepnya gini. Enggak masalah akses masuknya cuma ada tiga, toh hitung-hitung buat edukasi juga kan ke kita buat ngejaga tamannya," kata dia, Selasa (1/9/2026).
Sementara terkait pagar, ia mengaku tidak begitu memperdulikannya. Meski di satu sisi jadi mengurangi estetika taman, namun dia tidak keberatan jika kebutuhan itu dilakukan untuk faktor keamanan.
"Emang sih, jadi ketutupan kan tamannya dari luar. Tapi kalau pertimbangannya buat keamanan, setuju-setuju aja. Intinya mah lebar, jangan sampe udah dibagusin gini eh malah dirusak lagi sama yang enggak bertanggungjawab," ucapnya.
Santi (24) warga lainnya, juga tidak keberatan dengan konsep revitalisasi saat ini. Yang terpenting baginya, taman tersebut harus dijaga supaya bisa terus dimanfaatkan dengan nyaman oleh siapa saja.
"Yang penting mah jadi lebih bagus lagi, kita yang datang juga jadi lebih nyaman mau pakainya juga. Urusan pagar atau yang lain itu mah kan udah ada yang rencanain yah, a, jadi enggak begitu keganggu sih saya mah," tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Luthfi Firdaus menjelaskan soal kondisi ini. Ia mengatakan, fasilitas itu dibangun untuk mencegah tindakan orang yang tak bertanggungjawab seperti vandalisme hingga potensi kerusuhan.
"Jadi kita kan masih punya permasalahan soal vandalisme, terus masalah keamanan, ketertiban. Apalagi kemarin Taman Lansia itu kan ada konsentrasi massa soal demo Agustus tahun lalu. Makanya kita lakukan perbaikan banyak, karena ada kerusakan-kerusakan taman," katanya kepada detikJabar.
"Jadi polanya memang sekarang seperti itu. Kita bikin one way gate-nya, agar bisa mudah dikendalikan. Karena memang di lapangan masih banyak permasalahan vandalisme sama ketertiban, sama kebersihan seperti itu, termasuk masalah tunawisma," tambahnya.
Luthfi sempat ditanya pembangunan pagar itu justru malah merusak estetika taman. Namun menurutnya, kebutuhan itu disesuaikan dengan sejumlah aspek, terutama faktor keamanan.
"Saya pikir pendekatan perencanaan tuh tuh ada aspek-aspek lain, termasuk aspek keamanan lah begitu yah. Tapi yang paling penting kan warga yang masuk ke taman itu bisa lebih nyaman," ujarnya.
"Seperti dengan alun-alun, kan kalau di dalamnya kan saya pikir landscape-nya lapang, nyaman lah. Walaupun memang di pagar luaran tinggi-tinggi," tambahnya.
Tahun ini sendiri, DPKP Kota Bandung menargetkan sejumlah revitalisasi taman, di antaranya Taman Fitnes, Taman Tegallega, Taman Gasmin, termasuk tahap II penataan Taman Hutan Babakan Siliwangi dan Taman Lansia. Khusus pentaan Taman Tegalega, Luthfi mengatakan proyek itu untuk keperluan integrasi dengan BRT Bandung Raya.
"Targetnya nanti Desember mudah-mudahan, mungkin konstruksinya bulan depan sudah mulai. Kalau untuk taman di Kota Bandung itu jumlahnya ada 700, 25 taman tematik, dan 300-nya ditangani DPKP. Untuk penataan itu disesuaikan dengan kebutuhan sama anggaran," terangnya.
Luthfi pun mengimbau pengunjung yang datang bisa menjaga fasilitas taman di Kota Bandung. Warga diminta untuk menjaga kebersihan, dan tidak boleh melakukan aksi vandalisme di taman tersebut.
"Jadi ya tidak bosan-bosannya menurut saya menghimbau agar masyarakat lebih paham menjaga sarana prasarana taman, kebersihan terutama. Termasuk vandalisme gitu yang sekarang masih tetap marak. Taman mah kan ruang publik yang bisa dinikmati warga Bandung dengan gratis ya. Kita punya kewajiban untuk menjaga sama-sama," pungkasnya.
(ral/dir)
