Alasan Gasibu Ditutup hingga Awal 2027

Alasan Gasibu Ditutup hingga Awal 2027

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 01 Sep 2026 13:47 WIB
Gedung Sate, Kota Bandung
Gedung Sate, Kota Bandung (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjelaskan alasan penutupan sementara Kawasan Gasibu yang dilakukan mulai hari ini, Selasa (1/9/2026) hingga awal tahun 2027 mendatang. Penutupan dilakukan karena kawasan itu akan direnovasi secara menyeluruh.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, Gasibu merupakan ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kondisi fasilitas di kawasan tersebut harus diperhatikan agar tetap aman dan nyaman digunakan.

Herman mengaku cukup memahami kondisi Gasibu karena dirinya juga menjadi salah satu pengguna kawasan tersebut. Menurutnya, perbaikan terutama diperlukan pada sejumlah bagian fasilitas yang kondisinya sudah tidak ideal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gasibu itu ditata. Saya kebetulan salah satu pengguna Gasibu juga, jadi tahu persis track-nya itu kan, kondisinya kan harus diperbaiki karena itu fasilitas publik ya, ruang publik. Apalagi masyarakat Jawa Barat sangat concern ya untuk memanfaatkan fasilitas atau ruang publik Gasibu," kata Herman.

Ia menegaskan, penataan dilakukan agar masyarakat dapat kembali menggunakan Gasibu dengan rasa nyaman dan aman. Pemerintah tidak ingin kondisi fasilitas yang kurang baik justru berpotensi menimbulkan kejadian yang tidak diharapkan.

ADVERTISEMENT

"Ya tugas kami kan harus melakukan perbaikan, renovasi agar masyarakat mendapatkan kenyamanan pada saat menggunakan Gasibu. Jangan sampai karena track-nya kurang baik kemudian kan bisa tijalikeuh (terpeleset) ya kalau kata orang Sunda mah," ujarnya.

"Ya jangan sampai ada kejadian yang tidak kita harapkan. Yang ujungnya mah masyarakat nyaman lah menggunakan Gasibu," sambungnya.

Selain memperbaiki fasilitas, penataan juga akan memperhatikan aspek estetika kawasan. Namun, Herman memastikan perubahan yang dilakukan akan menyesuaikan kondisi lingkungan dan landscape yang sudah ada di sekitar Gasibu.

Menurutnya, Gasibu memiliki perpaduan antara unsur alam dan bangunan sehingga konsep penataan harus disesuaikan dengan karakter kawasan tersebut.

"Secara estetika ya disesuaikan dengan landscape. Ya di sana kan ada estetika alam ya, ada estetika buatan. Yang jelas disesuaikan. Ya insyaallah kondisinya akan jauh lebih baik dibanding dengan sebelumnya," ucap dia.

Meski begitu, penataan Gasibu tidak akan menghadirkan perubahan besar berupa pembangunan infrastruktur baru. Pemerintah Provinsi Jawa Barat lebih fokus melakukan perbaikan dan renovasi terhadap fasilitas yang sudah tersedia.

Herman pun meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk menuntaskan proses penataan. Setelah pekerjaan selesai, masyarakat dipersilakan memberikan kritik dan masukan apabila masih terdapat kekurangan.

"Ya karena itu kami mengimbau ke masyarakat berikan kesempatan kami untuk menyelesaikan. Toh nanti kalau ada kekurangan dan sebagainya ya kami persilakan untuk memberikan kritik dan saran," pungkasnya.

(bba/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads