Radang Paru Serang Balita Sukabumi, UGD RSUD Sekarwangi Membeludak

Radang Paru Serang Balita Sukabumi, UGD RSUD Sekarwangi Membeludak

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 27 Agu 2026 14:55 WIB
Lonjakan pasien terjadi di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi.
Lonjakan pasien terjadi di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Lonjakan pasien terjadi di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, sepanjang bulan Agustus ini.

Kondisi UGD bahkan sempat mengalami kelebihan kapasitas (over capacity) hingga sejumlah pasien terpaksa duduk di kursi saat menjalani tindakan medis dan pemasangan infus.

Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Andry Priana Jaya mengungkapkan lonjakan ini didominasi oleh kelompok usia anak. Berdasarkan data per pagi ini, tercatat ada 27 pasien anak yang harus mengantre di UGD lantaran ruang rawat inap anak sudah terisi penuh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepanjang Agustus ini kunjungan di UGD sangat meningkat, bahkan beberapa hari sempat over capacity. Pasien kebanyakan anak-anak. Data terakhir tadi pagi ada 27 pasien anak yang harus dirawat dan masih menunggu ruangan," ujar Andry, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kapasitas ruang perawatan anak di RSUD Sekarwangi sendiri saat ini menampung sekitar 40 tempat tidur dan dinilai sudah tidak mencukupi laju kedatangan pasien baru.

Andry menerangkan, mayoritas pasien anak datang dengan gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan anak-anak tersebut terserang radang paru-paru akut atau bronkopneumonia, di samping beberapa kasus komplikasi penyakit campak (morbili).

Faktor perubahan cuaca dan lingkungan diduga memicu maraknya penyakit infeksi pernapasan pada anak di wilayah Sukabumi belakangan ini.

"Pasien anak didominasi oleh infeksi radang paru-paru atau bronkopneumonia dengan gejala khas panas, sesak, dan batuk. Beberapa juga dibarengi campak," jelasnya.

Kepadatan di UGD kian tak terhindarkan akibat lambatnya perputaran tempat tidur (bed turnover) di ruang rawat inap. Pasien anak yang dirawat membutuhkan terapi antibiotik dan pemantauan minimal 3 hari sebelum diizinkan pulang.

Selain itu, ada pasien dewasa dengan penyakit berat seperti stroke yang membutuhkan masa perawatan cukup lama.

Total antrean pasien yang menunggu ruangan pagi ini meliputi 27 pasien anak, 10 pasien penyakit paru dewasa, 2 pasien penyakit dalam, dan 3 pasien bedah di luar pasien baru.

Akibat tempat tidur di UGD terisi penuh, petugas terpaksa menangani beberapa pasien di kursi agar terapi infus dan obat bisa segera masuk sembari menunggu giliran tempat tidur kosong.

"Tadi malam saya pantau langsung jam 10 malam. Saya instruksikan untuk meminimalisir penggunaan kursi karena pasien tidak bisa istirahat maksimal, tindakan pasang infus pun idealnya sambil telentang. Kami sudah gelar velbed cadangan, tapi jumlahnya terbatas," imbuhnya.

Pihak rumah sakit menegaskan tetap melayani seluruh warga dan tidak menolak pasien. Opsi rujukan ke fasilitas kesehatan lain sempat ditawarkan, namun rumah sakit lain di sekitar Sukabumi kondisinya rata-rata sama-sama penuh. Mayoritas keluarga pasien pun memilih bertahan menunggu di RSUD Sekarwangi.

Sebagai solusi darurat, pihak manajemen segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk meminta bantuan fasilitas tempat tidur lipat (velbed).

"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan keluarga pasien selama menunggu di UGD. Ke depan, kami berupaya meningkatkan kapasitas ruangan, khususnya perawatan anak, dan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penambahan bantuan velbed," pungkasnya.

(sya/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads