Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik merupakan kondisi kesehatan mental yang memengaruhi cara seseorang memandang dirinya sendiri dan berhubungan dengan orang lain.
NPD tidak sekadar berarti seseorang memiliki rasa percaya diri tinggi atau senang mendapatkan pujian. Kondisi ini ditandai pola pikir dan perilaku yang menetap, termasuk kebutuhan berlebihan untuk dikagumi, merasa lebih unggul, serta kesulitan memahami atau menghargai perasaan orang lain.
Narsisme juga tidak selalu berkaitan dengan penampilan fisik. Melansir detikHealth, seseorang dapat merasa unggul karena kecerdasan, karisma, kekayaan, kekuasaan, prestasi, atau kemampuan lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
9 Ciri NPD
Menurut kriteria dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi kelima (DSM-5) dari American Psychiatric Association, terdapat sembilan karakteristik yang berkaitan dengan NPD. Dikutip dari Cleveland Clinic, ciri tersebut antara lain:
1. Memiliki rasa percaya diri berlebihan
Seseorang dapat melebih-lebihkan kemampuan atau pencapaiannya dan menetapkan standar yang terlalu tinggi untuk dirinya sendiri.
2. Sering berfantasi tentang kesuksesan
Fantasi tersebut dapat berkaitan dengan kesuksesan, kekuatan, kecantikan, cinta, kecerdasan, hingga pemenuhan diri.
3. Merasa lebih unggul dari orang lain
Orang dengan NPD dapat menganggap dirinya istimewa atau unik dan merasa seharusnya hanya bergaul dengan orang-orang yang dianggap setara atau layak.
4. Membutuhkan kekaguman
Di balik rasa percaya diri yang tampak tinggi, seseorang dengan NPD dapat memiliki harga diri yang rapuh. Mereka mungkin sering mencari pujian, meragukan diri sendiri, atau merasa hampa.
5. Merasa berhak mendapat perlakuan khusus
Mereka dapat mengharapkan perlakuan istimewa dan merasa marah ketika orang lain tidak memenuhi keinginannya.
6. Mengeksploitasi orang lain
Hubungan dengan orang lain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan harga diri, status, atau memperoleh keuntungan pribadi.
7. Kurang memiliki empati
Kesulitan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain dapat membuat mereka mengucapkan atau melakukan sesuatu yang menyakiti orang lain tanpa mempertimbangkan dampaknya.
8. Sering merasa iri
Mereka dapat merasa iri terhadap keberhasilan orang lain atau justru menganggap orang lain iri terhadap dirinya. Pencapaian orang lain juga bisa diremehkan.
9. Menunjukkan sikap sombong
Perilaku angkuh, merendahkan, atau memperlakukan orang lain seolah lebih rendah juga dapat muncul.
Selain sembilan karakteristik tersebut, seseorang dengan NPD dapat menunjukkan sensitivitas berlebihan terhadap kritik, penolakan, atau kegagalan. Mereka juga dapat menghindari situasi yang berpotensi membuatnya gagal, mengalami depresi setelah penolakan, atau bereaksi sangat marah ketika merasa dikritik.
Apa Penyebab NPD?
Penyebab NPD belum diketahui secara pasti. Para ahli menduga kondisi tersebut berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan pengalaman hidup, terutama pengalaman pada masa kanak-kanak.
Dikutip dari Harvard Health, sejumlah pengalaman yang mungkin berperan antara lain:
- Penolakan saat masa kanak-kanak.
- Pujian berlebihan dari orang tua atau pengasuh.
- Penilaian berlebihan terhadap anak.
- Trauma atau pelecehan.
Namun, memiliki salah satu pengalaman tersebut tidak berarti seseorang pasti akan mengalami NPD.
Apakah NPD Bisa Diobati?
NPD dapat ditangani melalui psikoterapi atau terapi bicara bersama profesional kesehatan mental. Terapi dapat membantu seseorang memahami pola pikir dan perilakunya serta membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Tidak ada obat yang secara khusus menghilangkan NPD. Namun, obat tertentu dapat digunakan untuk menangani kondisi lain yang menyertai NPD, seperti kecemasan atau depresi.
Bagaimana Menghadapi Orang dengan NPD?
Jika berhadapan dengan seseorang yang telah didiagnosis NPD, menjaga batasan diri menjadi hal penting. Beberapa strategi yang dapat dilakukan antara lain:
1. Tetapkan batasan
Sampaikan dengan jelas perilaku yang tidak dapat diterima. Batasan sebaiknya disampaikan secara tegas dan tenang.
2. Kendalikan respons emosional
Berusahalah tetap tenang ketika menghadapi perilaku yang memancing emosi. Mengendalikan respons bukan berarti mengabaikan atau menekan perasaan sendiri.
3. Pertimbangkan metode gray rock
Metode ini berfokus pada pemberian respons yang singkat, tenang, dan tidak reaktif ketika menghadapi perilaku provokatif atau manipulatif.
4. Cari dukungan
Jangan menghadapi situasi sulit sendirian. Dukungan dari teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental dapat membantu.
5. Hindari terjebak dalam perdebatan
Tidak semua konflik harus dimenangkan. Berusaha terus-menerus membuktikan diri atau mendapatkan pengakuan dari seseorang dapat membuat konflik semakin panjang.
Yang juga penting, jangan mendiagnosis seseorang sebagai NPD hanya berdasarkan beberapa perilaku yang terlihat. Diagnosis gangguan kepribadian memerlukan penilaian profesional karena sifat narsistik sesekali tidak sama dengan NPD.
Artikel ini sudah tayang di detikHealth, selengkapnya di sini
