Keluarga bocah perempuan korban penyerangan anjing pitbull membantah soal kabar adanya ikatan keluarga dengan pemilik hewan tersebut. Saat ini, pihak keluarga masih fokus pada penanganan medis korban.
Paman korban, Deilham Maulana (28) mengatakan terdapat beberapa informasi keliru yang beredar luas. Korban disebut memiliki ikatan keluarga dengan pemilik pitbull. Namun, Deilham memastikankorban dan pemilik anjing tidak memiliki ikatan keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya korban dan pemilik anjing tidak ada ikatan keluarga," ujar Deilham, kepada detikJabar, Senin (24/8/2026) malam.
Pihaknya menjelaskan, berdasarkan informasi yang beredar, sempat terjadi miskomunikasi saat proses pendampingan di rumah sakit. Ia menduga kekeliruan tersebut yang kemudian diserap sebagai informasi oleh pihak kepolisian.
"Nah mungkin pas yang punya anjingnya sedang ngobrol dengan pihak keluarga korban. Ada obrolan 'sugan we tina kejadian ieu teh urang bisa jadi dulur tina musibah ieu teh' (Hikmah dari kejadian ini semoga semuanya bisa menjadi saudara). Nah mungkin itu statement-nya," katanya.
Ia menyebutkan, saat ini keluarga masih fokus pada penanganan dan penyembuhan korban. Pasalnya, bocah tersebut mengalami luka berat di bagian kepala dan telinga.
"Kalau saat ini keluarga korban masih fokus penanganan korban. Terus alhamdulillah sudah dilakukan operasi juga," jelasnya.
Sekadar diketahui, sebelumnya pihak kepolisian sempat menyebut korban dan keluarga memiliki ikatan keluarga. Kapolsek Pameungpeuk Kompol Asep Dedi pemilik anjing juga menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Bahkan, hubungan antara pemilik anjing dan keluarga korban disebut masih memiliki hubungan keluarga.
"Memang si pemilik anjing ini maksud saya peduli atau bertanggung jawab seluruhnya, sampai saat ini baik. Dan hubungan mereka baik dan ternyata masih ada hubungan keluarga setelah mereka bertemu tadi di rumah sakit, kemarin di rumah sakit," bebernya saat ditemui di Polsek Pameungpeuk, Senin (24/8/2026)..
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan telinga akibat serangan tersebut.
"Tadi malam juga dilaksanakan operasi. Operasi telinganya dan pagi sudah masuk ke ruangan pemulihan," jelas Asep.
Asep mengatakan, operasi terhadap telinga korban telah dilakukan pada Minggu malam. Setelah menjalani operasi, korban kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan pada Senin pagi.
Di tengah proses perawatan korban, pemilik anjing berinisial F disebut terus memberikan pendampingan kepada korban dan keluarganya. Asep menyebut pemilik anjing bersikap kooperatif dalam penanganan kasus tersebut.
"Kemarin pun kami dengan pemilik anjingnya, dan kebetulan kooperatif datang ke Polsek. Pada saat kami masih di perumahan untuk mencari informasi, si pemilik anjing sudah ke rumah sakit untuk membantu korban yang ada di rumah sakit," ucapnya.
(sud/sud)
