Penampakan Pintu Masuk Anjing Pitbull Serang Bocah di Arjasari Bandung

Penampakan Pintu Masuk Anjing Pitbull Serang Bocah di Arjasari Bandung

Yuga Hasani - detikJabar
Senin, 24 Agu 2026 14:36 WIB
Kondisi pintu masuk dari area luar Komplek Grand Cendana Residen, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung
Kondisi pintu masuk dari area luar Komplek Grand Cendana Residen, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hasani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Seekor anjing jenis pitbull menyerang bocah perempuan berumur sembilan tahun di Komplek Grand Cendana Residen, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Minggu (23/8/2026) kemarin. Adanya aksi penyerangan tersebut membuat korban mengalami luka berat dibagian telinga dan kepala.

Pantauan detikJabar di lokasi, Senin (24/8/2026), terlihat lokasi penyerangan bocah tersebut berada di sebuah komplek yang berdekatan dengan benteng perbatasan. Kemudian dari benteng tersebut pada bagian sudutnya terdapat satu pintu berbahan seng dengan ukuran kecil.

Pintu berbahan seng tersebut menjadi penghubung antara area perkampungan dan warga komplek. Beberapa warga yang berada di perkampungan tersebut kerap menggunakan akses tersebut untuk berkegiatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua RT 01 RW 11, Hikmat Ramdhani (38) mengatakan, peristiwa anjing menyerang warga baru pertama kali terjadi. Kata dia, anjing tersebut dimiliki oleh seorang warga yang berada di luar komplek.

ADVERTISEMENT

"Pertama kali untuk anjing nyerang itu. Dan itu anjing ada yang melihara di luar komplek, masuk ke sini. Jadi bukan milik warga komplek," ujar Hikmat saat ditemui di lokasi.

Pihaknya menjelaskan peristiwa itu bermula saat terdapat sekitar lima anak kecil tengah bermain. Kemudian anak-anak tersebut sempat bermain hingga ke area belakang yang terdapat pintu masuk ke perkampungan.

"Soalnya kan ada pintu masuk antara warga luar sama komplek. Pas main ke sana, ada anjing lepas. Terus anak-anak lari ke sini, diserang ke sini, sampai ke sini. Dan TKP di sini, digigitnya," katanya.

Setelah itu anak-anak pada berlarian kembali masuk ke dalam komplek. Kata dia, terdapat satu anak yang kegigit secara langsung oleh anjing pitbull tersebut.

"Yang digigit satu orang anak. Menyerang kepada kepala, bagian telinga," jelasnya.

Hikmat mengaku sejumlah warga langsung mendengar teriakan dari anak-anak tersebut. Kemudian sejumlah bapak-bapak langsung ke luar rumah dan memberika pertolongan kepada anak tersebut.

"Ada bapak-bapak yang keluar juga. Itu juga kan panik lihat anak digigit. Yang ada tong sampah, dilempar," ucapnya.

Setelah itu korban sempat dibawa ke klinik terdekat, kata dia, klinik tersebut tidak sanggup dan korban langsung dibawa ke RSUD Welas Asih. Pasalnya korban mengalami luka berat dan telah menjalani operasi.

"Kondisi anaknya parah di kepala. Terutama bagian telinga. Itu telinga hampir putus katanya ya. Dan menjalani operasi pukul 12 malam tadi," ungkapnya.

Dia menyebutkan anjing tersebut masuk ke satu pintu yang kerap digunakan akses warga luar dan dalam komplek. Menurutnya pintu tersebut kerap dibuka pada siang hari.

"Kalau gerbang, itu biasanya kan ditutup malam hari, dari pagi hari jam 10 malam ditutup. Kalau sianh hari ya dibuka," kata Hikmat.

Menurutnya saat ini terkait permasalahan gerbang tersebut akan dilakukan musyawarah dalam waktu dekat. Sehingga hasil dari musyawarah tersebut akan menghasilkan kesepakatan.

"Ke depannya, ini lagi menunggu musyawarah antara warga terdampak sama warga sebelah ya, Pak ya. Sebelah," bebernya.

Hikmat mengaku seluruh warga komplek tidak ada yang memelihara anjing. Menurutnya sejumlah warga di komplek terdapat yang memelihara ayam dan kucing.

"Kalau melihara anjing di komplek ini mah enggak ada," ungkapnya.

Dia menambahkan sejumlah petugas dari Polsek Pameungpeuk langsung memberikan imbauan terkait hewan peliharaan yang membahayakan. Sehingga warga saat ini masih merasa trauma dengan adanya kasus tersebut.

"Oh iya. Untuk tindakan seperti itu udah ada dari Polsek kemarin malam, Pak RW sama orang RT 2 ada perwakilan dari warga ke sana. Dan untuk aturan-aturanlah tidak boleh memelihara anjing," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads