Jabar Hari Ini: Bocah Bandung Luka Berat Diserang Pitbull

Jabar Hari Ini: Bocah Bandung Luka Berat Diserang Pitbull

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 24 Agu 2026 22:00 WIB
Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) bocah sembilan tahun diserang anjing Pitbull di Komplek Grand Cendana Residen, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, Senin (24/8/2026)
Kondisi tempat kejadian perkara (TKP) bocah sembilan tahun diserang anjing Pitbull di Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Beragam peristiwa terjadi di Jawa Barat hari ini, Senin, 24 Agustus 2026, mulai dari anak umur 9 tahun diserang anjing pitbull di Arjasari, Kabupaten Bandung hingga Dedi Mulyadi diisukan pindah ke PSI. Berikut rangkuman Jabar hari ini:

Pitbull Lepas Serang Bocah di Bandung, Korban Luka Berat

Seorang anak perempuan berusia 9 tahun menjadi korban serangan anjing jenis pitbull di Komplek Grand Cendana Residence, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung. Insiden yang terjadi pada Minggu (23/8) tersebut terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, korban terlihat diserang secara mendadak di depan rumah. Sejumlah warga yang berada di lokasi segera berupaya menolong dengan melempari anjing tersebut menggunakan benda di sekitar hingga gigitannya terlepas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak kepolisian dari Polsek Pameungpeuk langsung bergerak melakukan penyelidikan terkait peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.08 WIB tersebut. "Iya itu kejadiannya kemarin sekitar jam 17.08 WIB. Kami langsung datang ke TKP dan melakukan penyelidikan," ujar Kapolsek Pameungpeuk, Kompol Asep Dedi, kepada detikJabar hari ini.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang berada di dalam rumah. Saksi yang mendengar teriakan histeris dan tangisan anak langsung bergegas keluar untuk memeriksa keadaan. "Pas saksi melihat ke luar rumah, ternyata ada anak sedang diserang anjing jenis pitbull," katanya.

ADVERTISEMENT

Warga sekitar kemudian bahu-membahu menyelamatkan korban dari terkaman hewan tersebut. Usai berhasil dievakuasi, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat. "Korban anak tersebut langsung dibawa ke RSUD Welas Asih," jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi di lokasi kejadian, anjing tersebut diketahui milik seorang warga berinisial F (40) yang tinggal di luar area komplek tersebut. "Iya itu anjing peliharaan warga di luar komplek inisial F (40)," ucapnya.

Asep mengungkapkan kronologi lepasnya anjing tersebut. Saat kejadian, pemiliknya sedang menjemur anjing itu dalam kondisi terikat patok. Namun, anjing tersebut berhasil lepas dan masuk ke area komplek hingga menyerang korban. "Kemudian masuk ke dalam komplek dan menyerang anak yang sedang bermain di luar rumah," bebernya.

Orang tua korban bersama pemilik anjing langsung membawa anak tersebut ke rumah sakit. Tim medis menyatakan korban mengalami luka serius di bagian kepala yang memerlukan tindakan pembedahan. "Iya ada luka di bagian kepala. Jadi sekarang tengah fokus dalam penanganan korban," ucapnya.

Saat ini, kepolisian masih mengawal proses pemulihan korban yang telah menjalani operasi dan pemberian vaksin. "Langkah nya kami masih fokus dalam penanganan korban," kata Asep.

Pangandaran Diguncang Gempa M 4,1

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,1 guncang Kabupaten Pangandaran, pagi tadi. Kejadian ini dilaporkan terasa oleh warga di sejumlah wilayah, termasuk hingga ke Cianjur Selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi tepat pukul 06.29 WIB. Pusat gempa atau episenter terletak di laut pada koordinat 8,15 Lintang Selatan (LS) dan 107,91 Bujur Timur (BT). "Gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 4,1," kata BMKG dalam keterangan tertulisnya.

Titik gempa berada sekitar 81 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman 36 kilometer. Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan peristiwa ini sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif bawah laut.

Dampak getaran dirasakan dengan kekuatan yang bervariasi. Di wilayah Cigedug, Singaparna, dan Pangandaran, gempa tercatat pada skala intensitas II-III MMI. "Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," demikian penjelasan BMKG mengenai dampak getaran pada skala tersebut.

Sementara itu, wilayah Cimaung dan Cianjur Selatan merasakan getaran dengan skala II MMI. Pada skala ini, getaran umumnya dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, BMKG menyatakan belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat guncangan tersebut. Pantauan hingga pukul 07.07 WIB juga menunjukkan belum adanya aktivitas gempa susulan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG menegaskan agar warga memastikan informasi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi lembaga tersebut.

Terdampak Pembangunan Depo BRT, 115 Kios di Terminal Cicaheum Dibongkar

Proses alih fungsi Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya kembali dilanjutkan. Lapak pedagang di sana akhirnya dibongkar untuk menunjang proyek konstruksi yang bakal dijalankan.

Kios pedagang di Terminal Cicaheum telah dibongkar secara mandiri. Berdasarkan informasi, total ada 115 kios yang dibongkar sejak Minggu (23/8) kemarin. "Kios sudah dibongkar secara mandiri oleh pedagangnya. Totalnya ada 115 kalau enggak salah," kata Kadishub Kota Bandung Rasdian, hari ini.

Rasdian mengungkapkan, Pemkot Bandung juga sudah memberikan kompensasi kepada para pedagang. Jumlahnya bervariatif antara Rp 7 juta, Rp 9 juta hingga Rp 14 juta.

"Kalau yang berkontrak, dia dikasih kompensasi kehilangan pendapatan. Sudah dihitung sesuai appraisalnya, bervariatif. Terus yang PKL misalnya, dia juga sama ada hitungannya," ungkap Rasdian.

Rasdian memastikan pembongkaran lapak tersebut dilakukan secara mandiri oleh pedagang. Sehingga, mereka masih diberi kesempatan jika ada sisa material yang bakal digunakan kembali untuk berdagang.

"Yang pasti semua sudah menerima kompensasinya. Jadi, sama mereka dibongkar secara mandiri. Kalau ada material yang masih diperlukan, itu masih bisa dimanfaatkan lagi," tuturnya.

Setelah proses ini selesai, Rasdian menyatakan bahwa proyek depo BRT Bandung Raya di Terminal Cicaheum akan segera dijalankan. "Pekerjaannya sudah diserahkan kepada pimpronya," pungkasnya.

KDM Diisukan Pindah ke PSI, Gerindra: Beliau Malah Kaget

Nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menjadi sorotan. Kali ini, Dedi diisukan bakal meninggalkan Partai Gerindra dan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Isu tersebut beredar tanpa kejelasan mengenai sumber awalnya. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dedi Mulyadi maupun PSI yang memastikan adanya rencana perpindahan partai tersebut.

Dedi sendiri masih tercatat sebagai kader Partai Gerindra. Bahkan, ia merupakan salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra. Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Barat, Buky Wibawa, mengaku ikut kaget ketika isu tersebut tiba-tiba ramai. Ia bahkan langsung menghubungi Dedi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.

"Iya, saya juga nggak tahu itu info awalnya dari mana kan gitu ya. Cuman tiba-tiba pagi ini kok banyak wartawan yang juga minta konfirmasi ke saya," kata Buky saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Menurut Buky, dirinya langsung mengonfirmasi isu itu kepada Dedi Mulyadi. Hasilnya, Dedi kata dia, mengaku tidak mengetahui dari mana kabar itu muncul.

"Ya yang jelas pertama-tama saya konfirmasi ke KDM. Saya udah udah konfirmasi ke KDM bahkan beliau itu terheran-heran gitu. Jadi nggak ada dalam pikirannya katanya gitu. Kan kalau saya ditanya kan saya harus konfirmasi ke yang bersangkutan," ujarnya.

"Jadi tadi saya telepon beliau malah terkaget-kaget tapi sambil senyum-senyum gitu kan. Maksudnya dia sendiri nggak ada dalam pikirannya, nggak ada gitu," sambung Buky.

Buky menegaskan, sampai saat ini tidak ada informasi yang menunjukkan Dedi akan meninggalkan Gerindra. Posisi Dedi di partai pun masih jelas sebagai anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra.

"Iya. Kan beliau itu salah satu anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra ya. Kalau kalau pembina kan harus punya integritas yang tinggi," tegasnya.

Buky pun menyebut isu tersebut masih sebatas rumor. Ia mengaku tidak ingin Partai Gerindra terburu-buru memberikan respons karena belum ada informasi resmi yang bisa dijadikan dasar.

"Kalau saya tadi mengonfirmasi ke KDM, iya gitu. Dan Pak KDM juga sebagai salah satu anggota Dewan Pembina di DPP Partai Gerindra kan juga pasti kan berkomunikasi dengan DPP untuk hal-hal yang urgennya gitu," kata Buky.

"Iya karena kan bagaimana kita bisa bereaksi terhadap rumor ya. Malah malah nanti bakal menimbulkan hal-hal yang hanya sekadar jadi makin ramai aja," lanjutnya.

Celana Dalam hingga Bra Ditemukan di Situs Megalitik Gunung Tangkil Sukabumi

Kawasan Gunung Tangkil di Cagar Alam Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, menyimpan potensi peninggalan megalitikum yang diduga menyerupai peradaban Situs Gunung Padang.

Namun di balik keindahan dan nilai sejarahnya, kondisi situs tersebut kini memprihatinkan akibat minimnya pengawasan serta dugaan praktik ritual menyimpang.

Hal itu diungkapkan oleh Pemangku Paguyuban Padjajaran Anyar, Firman Hidayat, usai melakukan penelusuran langsung bersama sejumlah komunitas pemerhati budaya Sunda pada pekan lalu. Dalam ekspedisi tersebut, rombongan menyusuri lebatnya kawasan hutan hingga berhasil menjangkau titik batu menhir serta struktur undakan batu kuno.

Namun, alih-alih mendapati kawasan yang terjaga asri, rombongan justru menemukan tumpukan pakaian dalam wanita yang terselip di area batuan purba.

"Waktu penelusuran pekan lalu sampai ke titik batu menhir dan undakan itu, kondisi di sana memang terlihat tidak terawat dan seperti ada pembiaran. Yang sangat kami sayangkan, di bawah susunan batu itu ada lubang kecil, dan di dalamnya banyak ditemukan pakaian dalam wanita, mulai dari celana dalam (cangcut) sampai kutang (bra)," ujar Firman hari ini.

Firman menduga keberadaan pakaian dalam tersebut berkaitan erat dengan aktivitas spiritual atau mistis yang tidak semestinya di situs bersejarah.

"Kami sangat khawatir lokasi bersejarah ini justru dijadikan tempat ritual yang menyimpang. Selain sampah pakaian dalam di celah batu, kami juga mendapati adanya titik-titik bekas galian liar, mungkin aktivitas tambang," bebernya.

Melihat potensi cagar budaya Gunung Tangkil yang bernilai tinggi, Firman mendesak instansi terkait untuk segera bertindak melakukan penataan serta memberikan perlindungan hukum yang tegas.

"Secara historis, susunan batu megalitikum di sini punya potensi besar, bahkan bisa jadi lebih tua atau lebih luas dari dugaan awal. Maka dari itu, besar harapan kami kawasan ini segera ditetapkan sebagai cagar budaya resmi. Penataan mutlak diperlukan demi menjaga keaslian kawasan sebagai warisan leluhur kita," tegas Firman.

Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa kawasan Gunung Tangkil selama ini berstatus sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Fungsional Pamong Budaya Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Gerry Mulyawan Hidayat, menjelaskan bahwa kawasan tersebut sudah beberapa kali diteliti oleh tim ahli dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, hingga Yayasan Alfath Sukabumi.

"Dari hasil laporan penelitian, di sana memang terdapat struktur batuan yang menyerupai punden berundak hingga temuan beberapa arca yang memerlukan kajian keilmuan lebih lanjut. Mengingat cakupan kawasannya yang luas, tentu butuh waktu dan penelitian komprehensif," jelas Gerry.

Mengenai maraknya aktivitas di luar pelestarian sejarah, termasuk dugaan galian maupun perubahan kondisi kawasan, Gerry menegaskan bahwa aturan perlindungan tetap berlaku mengikat meski statusnya belum resmi ditetapkan.

"Berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya, perlakuan terhadap ODCB itu sama dengan cagar budaya yang sudah ditetapkan. Perlindungan, penjagaan, dan pelestariannya tetap harus dijalankan secara ketat. Kami akan terus berkoordinasi dengan BPK Wilayah Jawa Barat serta pimpinan agar langkah penanganan dan penetapannya bisa segera diputuskan," pungkas Gerry.

Halaman 2 dari 2
(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads