Kemarau panjang yang melanda Roma, Italia, pada Agustus 2026 ini menyebabkan permukaan Sungai Tiber menyusut drastis. Fenomena alam tersebut menyingkap kembali sisa-sisa kemegahan Romawi kuno yang selama berabad-abad terendam di bawah aliran sungai.
Struktur yang muncul ke permukaan merupakan bagian dari jembatan kuno legendaris, Pons Neronis atau Jembatan Nero. Melansir detikTravel, reruntuhan ini terletak di lokasi strategis dekat Vatikan, tepatnya di sekitar kawasan Rumah Sakit Santo Spirito.
Meski dikenal dengan nama Nero, para ahli meyakini struktur tersebut memiliki sejarah yang lebih tua. Arkeolog dari pengawas cagar budaya Roma, Antonella Bonini, memperkirakan jembatan itu sudah berdiri sejak era Kaisar Caligula, paman dari Nero. Lokasinya memang dikelilingi bangunan ikonik masa lalu, seperti vila Agrippina serta Circus Caligula dan Nero.
"Jembatan ini melewati dekat vila Agrippina, Circus Caligula, kemudian Circus Nero. Secara tradisional, jembatan ini dinamai Nero karena dia merupakan tokoh paling terkenal yang terkait dengan kawasan ini," jelas Bonini.
Bonini menambahkan bahwa jembatan tersebut kemungkinan besar dibangun untuk menghubungkan kediaman Agrippina, ibu Caligula, dengan wilayah di seberang Sungai Tiber.
"Kami memperkirakan jembatan ini sudah ada pada tahun 39 Masehi," lanjut Bonini.
Nama Nero lebih melekat pada situs ini karena kedekatan lokasinya dengan berbagai proyek pembangunan sang kaisar. Namun, catatan sejarah menunjukkan jembatan ini mulai ditinggalkan pada akhir abad ketiga atau awal abad keempat. Namanya bahkan tidak lagi disebut dalam daftar bangunan penting Roma pada masa pemerintahan Kaisar Diocletianus dan Konstantinus.
Pada periode tersebut, posisi strategisnya digantikan oleh Pons Aelius. Jembatan yang dibangun Kaisar Hadrianus itu menjadi akses utama yang menghubungkan pusat kota dengan Castel Sant'Angelo.
(upd/dir)