Kota Romawi Berusia 1.600 Tahun Ditemukan di Padang Gurun Mesir

Kota Romawi Berusia 1.600 Tahun Ditemukan di Padang Gurun Mesir

detikINET - detikJabar
Sabtu, 08 Agu 2026 20:00 WIB
Kota Bizantium Mesir
Kota Bizantium Mesir. (Foto: Kementerian Purbakala Mesir)
Jakarta -

Mesir kembali mengumumkan temuan arkeologi penting. Sebuah kota permukiman dari era Romawi Bizantium yang masih terawat ditemukan di Oasis Dakhla, salah satu wilayah gurun di Mesir.

Temuan tersebut menjadi satu dari dua penemuan arkeologi besar yang diumumkan Mesir. Penemuan lainnya berasal dari situs arkeologi Marina el-Alamein.

Pemerintah Mesir berharap temuan arkeologi tersebut dapat mendorong sektor pariwisata. Bersama Terusan Suez, pariwisata menjadi salah satu sumber utama mata uang asing bagi Mesir di tengah tekanan finansial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir menyebut penemuan kota kuno di Oasis Dakhla mengungkap berbagai detail kehidupan masyarakat pada abad keempat. Temuan itu juga memberikan gambaran mengenai tata kota dan aktivitas ekonomi ketika Mesir masih menjadi bagian dari Kekaisaran Bizantium.

ADVERTISEMENT

Para arkeolog menggali kawasan yang mencakup jalan-jalan utama, alun-alun terbuka, serta ruang publik. Sebuah gereja basilika dari pertengahan abad keempat berdiri di bagian utama permukiman dan menghadap ke jalan utama.

Tim arkeologi juga menemukan sisa dua menara pengawas yang berfungsi melindungi wilayah pinggiran permukiman.

Dikutip detikINET dari CNN, Sabtu (8/8/2026), para arkeolog menemukan sebuah bangunan berbenteng dengan dinding pertahanan yang tebal. Mereka juga menemukan sejumlah rumah dengan ruang tamu dan atap melengkung.

Salah satu rumah yang menarik perhatian arkeolog adalah rumah Tisous. Para peneliti mengidentifikasi Tisous sebagai seorang diaken gereja yang hidup pada paruh kedua abad keempat.

Para arkeolog menduga rumah tersebut pernah berfungsi sebagai gereja rumah sebelum pembangunan basilika di kawasan itu.

Penemuan lain mencakup benda-benda perunggu yang masih terawat. Benda tersebut memiliki ukiran potret kaisar-kaisar Bizantium, prasasti Latin, serta simbol-simbol Kristen.

Tim juga menemukan koin emas dari masa pemerintahan Kaisar Romawi Constantius II, yang memerintah pada 337 hingga 361.

Diaa Zahran, Kepala Departemen Purbakala Islam, Koptik, dan Yahudi, mengatakan timnya menemukan sekitar 200 pecahan tembikar yang dahulu masyarakat gunakan sebagai media tulis.

Pecahan tersebut dikenal sebagai ostraka. Inskripsi pada ostraka memuat catatan transaksi komersial, surat-menyurat, serta berbagai informasi mengenai kehidupan sehari-hari masyarakat pada masa itu.

Temukan 18 Makam Kuno di Marina el-Alamein

Para arkeolog juga menemukan 18 makam kuno di situs arkeologi Marina el-Alamein. Situs tersebut berada sekitar 100 kilometer di sebelah barat Alexandria, kota pesisir di Laut Mediterania.

Temuan itu terdiri atas 11 makam pahatan batu dengan kedalaman rata-rata 8 meter dan tujuh makam permukaan yang menggunakan batu kapur sebagai material utama.

Penemuan tersebut menambah jumlah makam yang telah ditemukan di situs Marina el-Alamein menjadi 48 makam.

Di area makam, para arkeolog menemukan berbagai benda, seperti bejana tembikar, amfora, lampu, piring, altar, serta bak yang terbuat dari batu kapur.

Ketua misi arkeologi, Eman Abdel-Khaliq, menyebut tim juga menemukan sarkofagus granit sepanjang 2,5 meter. Sarkofagus tersebut berisi kerangka manusia yang kini menjalani penelitian.

Di dekat sarkofagus, tim menemukan sisa patung sphinx yang terbuat dari gips.

Arkeolog juga menemukan empat keping emas yang mereka letakkan di dalam mulut beberapa jenazah. Praktik tersebut dikenal sebagai "lidah emas" dan berkaitan dengan kepercayaan pemakaman pada era tersebut.

Pariwisata Mesir Kembali Tumbuh

Penemuan arkeologi tersebut muncul ketika sektor pariwisata Mesir terus menunjukkan pemulihan setelah menghadapi gejolak politik dan kekerasan pascarevolusi 2011 serta pandemi COVID-19.

Mesir mencatat rekor kunjungan wisatawan pada tahun lalu. Sebanyak 19 juta wisatawan datang ke negara tersebut, meningkat 21 persen dibandingkan 2024.

Baca berita selengkapnya di detikINET.

(fyk/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads