Proyek pembangunan fasilitas halte Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya ternyata menuai keluhan di lapangan. Masyarakat banyak menyuarakan protes, karena proyek itu menimbulkan kemacetan, salah satunya di Jalan Jakarta.
Anggota DPRD Kota Bandung Andri Rusmana tak luput menyoroti hal itu. Ia mengatakan, proyek BRT maupun penataan trotoar, jangan sampai mengorbankan aktivitas dari masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan BRT dan penataan trotoar merupakan bagian penting dari upaya memperbaiki transportasi publik dan ruang kota Bandung. Namun demikian, pembangunannya jangan sampai mengorbankan aktivitas dan mobilitas masyarakat secara berlebihan," kata Andri, Minggu (23/8/2026).
Andri mendesak supaya Pemkot Bandung dengan pelaksana proyek BRT menyiapkan perhatian serius karena telah menimbulkan kemacetan. Ia mendorong ada manajemen rekayasa lalu lintas, pengaturan waktu pekerjaan, serta percepatan penyelesaian di titik-titik yang paling berdampak.
"Selama proses pembangunan, hak masyarakat untuk tetap dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan lancar juga harus dijaga. Jangan sampai niat baik membangun kota justru menimbulkan beban yang berkepanjangan bagi masyarakat," tegasnya.
"Pembangunan harus terukur, terkoordinasi, dan yang paling penting masyarakat harus merasakan bahwa ketidaknyamanan hari ini benar-benar sebanding dengan manfaat yang akan mereka dapatkan nanti," pungkasnya.
(ral/sud)
