Jabar Hari Ini: Thom Haye yang 'Tak Terlihat'

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 22:00 WIB
Thom Haye (Foto: Muhammad Satria N/detikJabar)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini, Rabu (19/8/2026), beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Geger warga Tasikmalaya tewas digorok tetangga di kebun singkong, sopir angkot penabrak lari terciduk, hingga kisah pilu sesaat sebelum hilangnya Nadif di pesisir Sukabumi. Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini:

Warga Tasik Digorok di Kebun Singkong

Warga Kampung Ciaren, Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dibuat geger pada Rabu (19/8/2026) siang. Insiden berdarah mengguncang ketenteraman lingkungan perkampungan tersebut.

Salah seorang warga, Tata Hendro (45) alias Danu, ditemukan tewas bersimbah darah di lahan kebun singkong, tak jauh dari rumahnya. Pria berambut gondrong ini ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Pada bagian lehernya terdapat luka robek menganga yang diduga akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa ini karuan mengundang kehebohan warga. Mereka berdatangan untuk melihat kejadian mengerikan itu. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Karangjaya tiba di lokasi. Di lokasi kejadian, seorang tetangga korban menghampiri polisi dan mengaku bertanggung jawab atas kematian Tata.

Seketika itu, pria berinisial E (35) tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Karangjaya. Polisi juga mengamankan sebilah golok yang digunakan E untuk menebas leher korban. Akhirnya terungkap bahwa Tata tewas di tangan E saat terlibat pertikaian.

Kemudian aparat Satreskrim Polres Tasikmalaya datang dan melakukan serangkaian olah TKP. Mulai dari sterilisasi lokasi, mengamankan barang bukti, hingga mengevakuasi jenazah korban ke Kamar Mayat RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya.

Kapolsek Karangjaya Iptu Saptaji membenarkan adanya kejadian tersebut. "Tersangka sudah langsung dibawa ke Polres, barusan berangkat. Untuk korban sudah dibawa ke RSUD dr Soekardjo," kata Saptaji.

Dia menjelaskan tersangka dan korban tinggal di satu kampung alias bertetangga. "Jarak rumah korban dan pelaku itu dekat, masih tetanggaan, jarak sekitar 200 meter," kata Saptaji.

Sempat Kabur, Sopir Angkot Penabrak Lari di Bandung Diciduk

Aksi tabrak lari kembali memakan korban di Kota Bandung. Seorang pejalan kaki tewas usai ditabrak angkot feeder yang melintas di Jalan Lodaya, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Selasa (18/8/2026) malam sekitar pukul 20.40 WIB.

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan kecelakaan lalu lintas ini melibatkan mobil angkutan penumpang Mitsubishi dengan pelat nomor D 1965 CH yang dikendarai I (58), warga Kecamatan Mandalajati, dan pejalan kaki berinisial A (55), warga Gunung Halu, Bandung Barat. "Pejalan kaki inisial A meninggal dunia," kata Fiekry saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Terkait kronologi kejadian, mobil yang dikemudikan I melaju dari arah barat ke timur di Jalan Lodaya. "Setibanya di TKP, di depan Gang Jalan Taman Siswam, menabrak pejalan kaki yang sedang menyebrang jalan dari arah utara ke selatan di Jalan Pungkur," ujarnya.

A meninggal di tempat dan jasadnya sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih, Bandung. "Hasil penyelidikan, sopir mobil tidak berkonsentrasi saat berkendara," ujarnya.

Fiekry membenarkan bahwa saat mobil yang dikendarai I menabrak A, pelaku sempat meninggalkan TKP dan tancap gas. Dalam kejadian ini, petugas pun langsung bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Iya betul kabur, malam menjelang subuh diamankan di pool-nya," kata Fiekry.

I sudah dibawa ke Kantor Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Langsung diamankan ke Polrestabes Bandung," pungkasnya.

Lambaian Tangan Terakhir Nadif

Ada momen menyentuh sekaligus memilukan sesaat sebelum Ahmad Nadif Fadilah (21) terseret ombak besar di Pantai Karangnaya, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (17/8).

Pemuda asal Jagakarsa, Jakarta Selatan, itu sempat mengabadikan momen bersama sang istri sebelum akhirnya turun ke laut untuk berenang. Kakak kandung korban, Afrileni Nauli menceritakan, sesi foto tersebut menjadi komunikasi terakhir antara adiknya dengan sang istri yang saat ini tengah mengandung anak kedua.

"Sebelum berenang dia minta sama istrinya buat difoto dulu. 'Ayo Bun kita foto dulu sebelum berenang, sebelum mandi'. Fotonya sama istrinya, jadi istrinya disuruh menghadap ke batu, ceritanya pegang batu. Nadif yang memfotokan," kata Afrileni saat ditemui detikJabar di lokasi kejadian, Rabu (19/8/2026).

Tak berselang lama setelah mengambil foto, Nadif bersama rekannya berenang di tepian pantai. Saat itulah, peristiwa nahas terjadi. Dari kejauhan, sang istri sempat melihat Nadif melambaikan tangan dari arah laut.

Keluarga awalnya mengira gerakan tangan tersebut hanyalah candaan biasa. Namun rupanya, lambaian itu merupakan isyarat Nadif yang tengah berjuang melawan arus dan meminta pertolongan.

"Sempat melambaikan tangan, dipikirnya lagi dadah atau bercanda ngeledek, ternyata beneran tenggelam minta tolong. Saat itu belum ada penjaga pantai. Rekannya yang berenang mau menolong tapi tangannya tidak tergapai," tutur Afrileni.

Afrileni mengenang adik bungsunya itu sebagai sosok pemuda yang ramah, supel, dan berjiwa sosial tinggi. Semasa hidupnya di Jagakarsa, Nadif kerap turun langsung membantu warga sekitar, termasuk aktif menjadi sukarelawan ambulans.

"Anaknya sangat baik dan humble ke mana-mana, gampang berbaur sama orang lain. Dulu juga sering bantu-bantu jadi relawan ambulans, dia senang membantu segala sesuatu. Makanya banyak temannya dan waktu kabar ini tersebar, semua langsung ikut mendoakan," kenang Afrileni menahan haru.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Nadif Fadilah (21) dilaporkan hilang terseret ombak besar saat berenang di Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026).

Insiden tersebut bermula saat korban bersama tiga orang rekannya mendatangi pantai sekitar pukul 05.30 WIB untuk berenang. Namun nahas, sekitar pukul 07.00 WIB, korban mendadak digulung ombak besar ke arah tengah laut tanpa disadari oleh rekan-rekannya yang berada di tepian pantai.

Keluarga korban, Ikbal, kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Kantor SAR Jakarta pada pukul 13.50 WIB. Menindaklanjuti laporan, tim SAR gabungan langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan dari Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista, hingga potensi SAR lokal masih terus mengintensifkan penyisiran di sepanjang perairan dan bibir Pantai Karangnaya.




(sya/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork