Tangis Haru Ibunda Sambut Jenazah Nadif di RSUD Palabuhanratu

Tangis Haru Ibunda Sambut Jenazah Nadif di RSUD Palabuhanratu

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 19 Agu 2026 20:30 WIB
Suasana duka menyelimuti Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) petang.
Suasana duka menyelimuti Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) petang. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Suasana duka menyelimuti Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (19/8/2026) petang.

Ratna, ibu kandung dari Ahmad Nadif Fadilah (21), tak kuasa menahan air mata saat tiba di depan ruang persemayaman sang putra bungsu.

Suaranya tercekat di sela isak tangis yang pecah ketika melihat kantong jenazah sang anak akhirnya tiba di daratan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adek, Adek pulang, alhamdulillah," seru Ratna sembari terisak.

Melihat kondisi tersebut, putri sekaligus kakak kandung korban, Afrileni Nauli, berusaha memeluk dan menenangkan sang ibunda yang terpukul.

ADVERTISEMENT

"Ibu yang tabah, Ibu yang tenang, Ibu yang sabar. Kalau Ibu kenapa-kenapa bagaimana kita mengurus Adek," ucap Afrileni menguatkan.

Ratna kemudian menepi sejenak dari kerumunan. Di balik rasa duka mendalam yang menyelimuti raut wajahnya, terselip senyum penuh keikhlasan atas ditemukannya jasad sang buah hati.

"Adek itu paling nurut, makanya dari kemarin saya panggil-panggil, 'Adek pulang, Adek pulang'. Makanya alhamdulillah, teman-teman tim SAR, Basarnas, kepolisian, TNI AL menemukan putra saya. Putra saya itu paling takut sama mamanya, makanya dia pulang," tutur Ratna kepada awak media.

Selama tiga hari proses operasi SAR berlangsung, Ratna memang setia bertahan di lokasi kejadian. Ia bahkan sempat menaiki bongkahan batu karang Pantai Karangnaya dan memanggil-manggil nama sang anak ke arah laut lepas di sela deburan ombak.

Selain bersyukur jenazah putranya berhasil dievakuasi, pihak keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pembiayaan pemulasaraan dan transportasi pemulangan jenazah dari kepolisian.

"Alhamdulillah banyak orang baik yang membantu kami. Alhamdulillah, Adek malam ini juga kami bawa pulang ke Jagakarsa, Jakarta," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Polairud Polres Sukabumi AKP Dadi membenarkan bahwa seluruh biaya pengurusan jenazah di rumah sakit hingga armada ambulans menuju Jakarta ditanggung oleh pihak kepolisian atas instruksi pimpinan.

"Betul, saya dikabari Pak Kapolres (AKBP Benny Cahyadi), alhamdulillah ambulans dan pengurusan dibantu oleh kami dari Polres Sukabumi," kata Dadi.

Diberitakan sebelumnya, Ahmad Nadif Fadilah (21) dilaporkan hilang terseret ombak besar saat berenang di Pantai Karangnaya, Desa Cikakak, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Senin (17/8/2026) pagi.

Setelah tiga hari operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia pada jarak sekitar 1 nautical mile dari lokasi kejadian perkara, Rabu (19/8/2026) sore.

(sya/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads