Upaya mewujudkan swasembada pangan melalui bawang putih mulai digenjot di Jawa Barat. Polri bersama pemerintah daerah dan kelompok tani menyiapkan lahan budidaya di sejumlah wilayah sebagai bagian dari target mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor.
Penanaman bawang putih dilakukan serentak di 14 daerah di Jawa Barat. Salah satu lokasi penanaman berada di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, di kaki Gunung Gede. Penanaman di lokasi tersebut dipimpin langsung Wakapolri Komjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo, Rabu (19/8/2026).
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut hadir dalam kegiatan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi Prasetyo mengatakan pengembangan bawang putih dilakukan karena produksi nasional masih jauh dari kebutuhan tahunan. Kondisi itu membuat pemenuhan kebutuhan bawang putih masih bergantung pada pasokan dari luar negeri.
Karena itu, pengembangan lahan budidaya menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk meningkatkan produksi dalam negeri. Di Jawa Barat, pada tahap awal terdapat 44,58 hektare lahan yang disiapkan untuk budidaya bawang putih.
"Lahan yang digunakan ialah dari PTPN, Dinas Pertanian, dan Gapoktan. Di tahap awal, total ada 44,58 hektare lahan yang sudah siap tanam. Dengan luasan lahan ini akan terus berkembang secara bertahap. Bahkan secara nasional ditargetkan akhir September ini bisa mencapai 500 hektar lebih lahan budidaya bawang putih," kata Dedi.
Dari lahan yang telah disiapkan tersebut, produksi diproyeksikan mencapai sekitar 450 ton dalam empat bulan setelah penanaman. Jumlah itu diharapkan terus bertambah seiring dengan perluasan lahan budidaya.
Penambahan produksi menjadi penting karena swasembada bawang putih tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas di pasar, tetapi juga upaya membangun kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Ditargetkan swasembada bawang putih bisa terwujud pada 2029," kata dia.
Namun, mengejar target tersebut bukan perkara menambah luas lahan semata. Kapolda Jawa Barat Irjenpol Dr. Pipit Rismanto menyebut ada tiga persoalan utama yang perlu diselesaikan dalam pengembangan bawang putih, yakni keterbatasan sumber daya manusia (SDM), ketersediaan bibit, dan air.
Untuk persoalan SDM, Polri menyiapkan 25 orang dalam tim riset kolaboratif yang melibatkan Bakomsus Pertanian, Polri, kelompok tani, mahasiswa, hingga ahli pertanian.
"Tim ini akan mempelajari bibit, karakteristik lahan, dan pola budidaya yang hasilnya akan ditransfer kepada kelompok tani dan para mitra di Jawa Barat," kata diam
Ketersediaan bibit juga menjadi bagian penting dalam pengembangan produksi. Pada tahap awal, sebanyak 1 ton bibit disiapkan melalui bantuan PTPN dan swadaya.
"Ke depannya kami akan memperkuat kolaborasi dengan dinas pertanian dan mitra strategis untuk mengembangkan konsep green house pembibitan, sebagai upaya meningkatkan ketersediaan dan kemandirian bibit secara berkelanjutan," kata dia.
Sementara itu, pasokan air menjadi tantangan yang perlu diantisipasi, terutama ketika memasuki musim kemarau. Pipanisasi dan pembangunan sarana pengairan disiapkan untuk mendukung keberlangsungan tanaman bawang putih.
"Dengan sarana prasarana yang juga dibangun, diharapkan budidaya bawang putih ini dapat berkelanjutan secara optimal," pungkasnya.
Dukungan Petani
Upaya memperkuat swasembada bawang putih di Jawa Barat juga dibarengi dengan dukungan terhadap petani. Sebanyak 1.000 petani di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, menerima bantuan sosial.
Para penerima bantuan berasal dari dua kelompok tani dan masyarakat yang terlibat dalam program budidaya bawang putih. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan petani selama menunggu hasil panen.
Suhendar, petani Gapoktan Pasir Sapi, mengatakan bantuan tersebut membuat petani dapat lebih fokus menjalankan budidaya hingga masa panen.
"Dengan bantuan ini tentu kami pada petani tidak lagi dibuat khawatir pemenuhan kebutuhan harian sambil menunggu panen. Jadi kami bisa fokus bertani, agar produksi bawang putih sesuai harapan dan Indonesia bisa swasembada bawang putih," ucap dia.
Tekan Kriminalitas
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai program swasembada bawang putih memiliki korelasi langsung terhadap penurunan angka kriminalitas di wilayahnya. Pria yang akrab disapa KDM ini menekankan bahwa stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sangat bergantung pada terpenuhinya kebutuhan pangan rumah tangga.
"Kalau berasnya cukup, cabainya ada, garam ada, gula ada, bawang putihnya ada, maka stabilitas Kamtibmas akan tercapai," ujar Dedi usai menghadiri agenda tanam serentak bawang putih di Cianjur, Rabu (19/8/2026).
Menurut Dedi, terpenuhinya kebutuhan dapur, khususnya bagi para ibu rumah tangga, menjadi kunci ketenangan di tingkat keluarga. Ia meyakini kondisi ekonomi domestik yang stabil akan meminimalisir potensi tindak pidana.
"Terimakasih Polri, yang terus mempelopori untuk menjaga dapur ibu-ibu. Karena jika dalur ngebul, ibu-ibunya tenang. Sehingga suaminya tenang, tidak melakukan tindak kriminal," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Dr. Pipit Rismanto menyatakan komitmennya untuk mengawal kesuksesan program swasembada bawang putih. Pihak kepolisian akan segera membentuk tim khusus guna memastikan tidak ada hambatan teknis maupun non-teknis di lapangan.
Pipit juga menginstruksikan para petani untuk tidak ragu melapor jika menemukan permasalahan dalam proses produksi.
"Silakan lapor jika mengalami kendala. Kami akan bentuk tim khusus untuk menyelesaikan semua kendala yang dialami petani, terutama terkait program swasembada bawang putih," tegas Pipit.
Simak Video "Video: Prabowo Pimpin Panen Raya Bersama TNI Serentak di 43 Titik "
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)
