SMP Negeri 2 Ngamprah, di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi sorotan karena kondisi bangunan serta fasilitasnya yang sudah tak layak lagi untuk mewadahi proses belajar mengajar.
Kondisi sekolah yang rusak itu viral di media sosial. Dari foto-foto yang beredar, terlihat kondisi toilet dan urinoir tak bisa dipakai, papan tulis rusak, kaca jendela pecah, plafon yang bolong-bolong, hingga ruangan yang terlihat kotor serta berantakan.
Di bagian lapangan sekolah, kondisinya tak kalah memprihatinkan. Banyak material bekas bangunan dan sampah menumpuk yang dibiarkan. Hal tersebut jelas mengganggu pemandangan dan estetika sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pelaku Perusakan Pohon di Bandung Ditemukan |
detikJabar langsung mengecek kondisi sekolah, Selasa (18/8/2026). Apa yang viral di media sosial, semua sama dengan kondisi nyatanya. Kerusakan bangunan dan fasilitas sekolah ternyata dikeluhkan sejak lama oleh para siswa.
"Tembok yang rusak di kelas itu kami yang memperbaiki pakai uang kas kelas, terus sampai akhirnya dicat lagi," kata Aya, seorang siswa saat berbincang dengan detikJabar, Selasa (18/8/2026).
Mereka juga mengeluhkan kondisi kamar mandi yang tak ubahnya bangunan kosong terbengkalai. Pintu rusak, air tak mengalir, bau, kotor, banyak sarang laba-laba. Lalu di kelas, plafon bolong, keramik copot sehingga terpaksa ditutupi menggunakan kardus.
"Kalau bisa viralkan saja semua kerusakan di sekolah ini biar ada yang memperhatikan, terus diperbaiki biar kita nyaman belajarnya," katanya.
Sementara itu, Kepala SMPN 2 Ngamprah Agus Samsu Sampurna justru sempat meradang saat ada yang memviralkan kondisi sekolah tersebut. Ia mengklaim apa yang ditunjukkan di media sosial, sebetulnya akan segera diperbaiki dan dibereskan.
"Ini board (papan tulis) besok mau diganti. Terus WC itu bukan rusak, cuma pintunya saja. Besok saya ganti, jadi enggak ada masalah lagi," kata Agus.
Di bagian belakang sekolah yang juga berantakan karena barang-barang seperti kursi yang rusak dan tak terpakai, juga disebut Agus akan segera diperbaiki. Ia menyebut baru mengetahui ada papan tulis rusak hari kemarin.
"Ini tempat menumpuknya kursi-kursi bekas, gudang. Ini mau dimanfaatkan, saya akan tarik, dibersihkan, ini saya beli karung diangkut biar tidak kumuh," ujar Agus.
(sud/sud)
