Geger Mayat Wanita Berdaster Mengambang di Sungai Cicatih Sukabumi

Geger Mayat Wanita Berdaster Mengambang di Sungai Cicatih Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Minggu, 16 Agu 2026 16:49 WIB
Mayat perempuan berdaster dievakuasi tim gabungan.
Mayat perempuan berdaster dievakuasi tim gabungan. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Warga Kampung Sukamaju, Desa Warnajati, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan oleh penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di aliran Sungai Cicatih. Jasad korban ditemukan dalam posisi tertelungkup mengenakan daster bermotif bunga di antara bebatuan pinggir sungai.

Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, area penemuan langsung dipasangi garis polisi yang membentang di antara bebatuan dan ilalang bantaran sungai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jasad korban tampak mengambang di tepi air yang mengalir cukup deras. Korban mengenakan daster corak merah marun kehitaman dan celana pendek abu-abu kehijauan. Kondisi tubuhnya terlihat sudah membengkak dan pucat akibat terendam air.

Sejumlah personel gabungan dari kepolisian, tim identifikasi, serta petugas BPBD tampak berada di lokasi untuk melakukan penanganan. Dengan mengenakan sarung tangan medis (lateks), petugas bersama-sama membentangkan kantong jenazah berwarna oranye di tepi sungai.

ADVERTISEMENT

Secara hati-hati, tubuh korban diangkat dari sela-sela bebatuan menuju daratan, lalu dibaringkan ke dalam kantong jenazah sebelum dievakuasi dari dasar lembah sungai.

Kepala Desa Warnajati, Hilmi Nurhikmat, menjelaskan bahwa penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh warga setelah seorang pemancing melihat korban terapung di tengah aliran sungai.

"Saya mendapat informasi dari Pak RT Kampung Sukamaju RT 02/01, yang wilayahnya memang di bantaran Sungai Cicatih. Menginformasikan ada temu mayat oleh pemancing. Posisi awalnya di tengah sungai, lalu ditepikan ke pinggir," ujar Hilmi di lokasi, Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan pemeriksaan awal, korban dipastikan berjenis kelamin perempuan jika merujuk pada pakaian serta bentuk fisiknya.

"Setelah diidentifikasi awal, mayat tersebut diduga perempuan karena memakai pakaian perempuan (daster) dan postur tubuhnya perempuan. Kondisinya memang sudah berubah bentuk, tidak segar lagi, kemungkinan sudah meninggal beberapa hari," tambah Hilmi.

Hingga proses evakuasi berlangsung, pihak Pemerintah Desa Warnajati memastikan belum ada warganya yang dilaporkan hilang. Namun, terdapat informasi mengenai laporan orang hilang dari wilayah desa tetangga di hulu sungai.

"Kalau dari warga Desa Warnajati sendiri belum ada laporan kehilangan anggota keluarga. Tapi ada informasi berkembang dugaan orang hilang dari Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, yang juga berada di bantaran Sungai Cicatih sekitar 1 kilometer dari sini," jelasnya.

Penemuan ini menjadi perhatian warga sekitar lantaran peristiwa serupa tergolong jarang terjadi di titik dangkal sungai tersebut. Jenazah korban kini telah dibawa oleh pihak kepolisian menuju rumah sakit guna pemeriksaan forensik untuk mengungkap identitas serta penyebab pasti kematiannya.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads