Farhan Bidik Lahan di Bandung Timur untuk Pengolahan Sampah

Farhan Bidik Lahan di Bandung Timur untuk Pengolahan Sampah

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 14 Agu 2026 16:59 WIB
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengaku sedang membidik lahan baru seluas 5 ribu meter persegi untuk pengolahan sampah. Lahan tersebut rencananya sudah ditentukan di kawasan Bandung Timur.

Saat dikonfirmasi wartawan, rencana ini kata Farhan bahkan sudah dibahas bersama Danantara. Targetnya kata Farhan, teknologi yang bakal digunakan untuk rencana pengolahan sampah ini sudah bisa diumumkan pada Senin (17/8/2026) depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alhamdulillah, Kota Bandung sudah menandatangani komitmen saat ground breaking di Legok Nangka. Kami juga sudah menandatangani komitmen pengembangan bersama Danantara di Sarimukti, lewat koordinasi dengan pemerintah provinsi," kata Farhan, Jumat (14/8/2026).

"Nah, satu lagi yang akan kita kembangkan adalah pengembangan teknologi baru, masih bersama Danantara dan Kementistek. Pembicaraan sudah kami lakukan di Jakarta kemarin, kita akan menyusuri dulu administrasinya lalu kami akan melakukan review baik penerapan teknologinya maupun besaran biayanya," ungkapnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

Rencana ini kata Farhan merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidato kenegaraannya, Prabowo kata Farhan menekankan pemerintah daerah agar menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga perguruan tinggi.

Menurut Farhan, teknologi yang rencananya bakal lebih efisien. Proyeksi skalanya bisa mengolah sampah 50-300 ton per hari.

"Kita percobaan satu titik dulu, karena lumayan butuhnya sekitar paling tidak 5.000 meter persegi. Perkiraannya biaya per tonnya Rp 250 ribu sampai Rp400 ribu, itu pengolahannya. Kalau investasinya, itu Danantara yang tahu," tuturnya.

Lahan yang rencananya disiapkan berada di wilayah Bandung Timur. Namun, Farhan belum mengungkap secara detail di mana lokasi tersebut akan ditentukan.

"Ada, di Kota Bandung soalnya 5 ribu meter persegi. Yang paling penting bukan lahannya, yang paling penting bahwa akses ke sananya tidak mengganggu masyarakat. Karena itu yang jadi permasalahan masalah sosial. Yang pasti mah Bandung Timur, ya," pungkasnya.

(ral/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads