Kabar Nasional

Polisi Kantongi Identitas Pelaku Challenge Hapalan Qur'an demi Miras

Tim detikNews - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 17:04 WIB
Ilustrasi minuman keras. (Foto: Getty Images/iStockphoto/VadimZakirov)
Jakarta -

Polda Metro Jaya bergerak cepat menyelidiki kasus dugaan penistaan agama berkedok tantangan (challenge) hafalan Al-Qur'an yang terjadi di konser musik The Sounds Project, Ecopark Ancol, Jakarta Utara. Saat ini, polisi telah berhasil mengidentifikasi sosok di balik aksi kontroversial tersebut.

"Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin kepada wartawan, Rabu (12/8/2026).

Dikutip dari detikNews, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, sosok yang melempar tantangan itu diduga kuat merupakan salah satu pengunjung festival. Ia disebut mengambil mikrofon secara spontan dan menantang pengunjung lain di lokasi. Meski identitasnya sudah diketahui, polisi masih merahasiakan detailnya demi kepentingan penyidikan yang tengah berjalan.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh dari hasil penyelidikan kami, yang bersangkutan diduga merupakan pengunjung yang datang. Pengunjung tersebut kemudian mengambil mikrofon dan secara spontan melakukan challenge. Namun aspek hukumnya masih akan kami dalami melalui pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," jelasnya.

Tak hanya memburu pelaku, penyidik juga telah memeriksa maraton sejumlah saksi kunci. Mulai dari pihak manajemen, penyelenggara acara, pemilik merek minuman, hingga pengunjung yang menyaksikan langsung kejadian di Ecopark Ancol tersebut.

"Tadi malam kami sudah melakukan pemeriksaan dan mengambil keterangan dari pihak penyelenggara maupun pemilik brand. Kami juga sudah mengidentifikasi pihak yang melakukan challenge tersebut," ujarnya.

Kombes Iman menegaskan bahwa Polri bersikap proaktif merespons keresahan masyarakat, baik melalui laporan resmi maupun isu yang viral di ruang publik. Kasus ini berpotensi dijerat dengan Pasal 300 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

"Dengan atau tanpa adanya tekanan, kami sudah proaktif melakukan upaya penyelidikan. Apabila dari berita acara pemeriksaan para saksi dan temuan penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, tentunya kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas," tegas Iman.

Penyelenggara Mengecam Keras

Pihak The Sounds Project tidak tinggal diam. Melalui pernyataan resminya, mereka mengaku sangat terpukul dan mengecam aksi yang mencederai nilai-nilai religius tersebut.

"Kami sebagai penyelenggara acara turut merasa marah, kecewa, dan mengecam perilaku tersebut. Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun," tulis manajemen The Sounds Project melalui akun Instagram resminya.

Penyelenggara memastikan aksi tersebut di luar kendali dan tanpa persetujuan mereka. Langkah tegas pun diambil dengan menegur pihak sponsor agar bertanggung jawab penuh atas insiden ini.




(orb/orb)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork