Akhir Pahit Karier Perawat RSUD Cicalengka Usai Komentar Tak Etis

Round Up

Akhir Pahit Karier Perawat RSUD Cicalengka Usai Komentar Tak Etis

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 09:30 WIB
RSUD Cicalengka Bandung
RSUD Cicalengka Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar0
Kabupaten Bandung -

Jemari yang lincah di layar ponsel terkadang bisa menjadi bumerang yang menghancurkan karier dalam sekejap. Hal pahit inilah yang dialami Nieke Adelia Marlina, seorang perawat PPPK di RSUD Cicalengka.

Unggahannya di platform Threads yang mengkritik pasien BPJS bernama Yurizal Tri Chaerawan berujung pada sanksi paling berat: pemberhentian secara tidak hormat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan tegas tersebut diambil langsung oleh Bupati Bandung, Dadang Supriatna. Mengingat status Nieke sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), penanganan kasus indisipliner ini kini telah diserahkan sepenuhnya kepada BKPSDM Kabupaten Bandung untuk diproses secara administratif.

"Sudah (Dipecat). Saya prosesnya sudah yah," ujar Dadang, saat ditemui di Dome Balerame Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa (11/8).

ADVERTISEMENT

Bagi Dadang, tindakan Nieke bukan sekadar kekhilafan biasa, melainkan pelanggaran serius yang mencederai marwah pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa langkah tegas ini menjadi standar baru bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung tanpa terkecuali.

"Itu tidak beretika, tentu saya sangat kecewa. Ini tentunya juga berlaku untuk semuanya. Siapapun yang melakukan pelanggaran etika, disiplin, dan sebagainya, maka kami tidak akan segan-segan sekaligus memberhentikan orang tersebut atau ASN tersebut," ungkapnya dengan nada kecewa.

Di tengah era digital yang semakin terbuka, orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk lebih mawas diri. Media sosial seharusnya digunakan dengan penuh tanggung jawab, bukan menjadi tempat meluapkan keluh kesah yang justru merugikan masyarakat.

"Jadi harus bijak dalam bermedsos lah," tuturnya singkat.

Agar kejadian serupa tidak menjadi preseden buruk di masa depan, Pemkab Bandung berencana memperketat pengawasan dan pembinaan. Dadang berjanji akan memberikan edukasi berkelanjutan guna memastikan setiap abdi negara memiliki kualitas SDM yang profesional dan beretika.

"Maka nanti kita akan dalam waktu dekat setelah apa yang diperlukan kita akan buatkan skema pelatihan bimtek bagaimana untuk apa namanya bijak dalam bermedsos dan membaca situasi dan sebagainya. dan posisi kita seperti apa, ASN seperti apa, dan ingat ASN itu tuh adalah pelayan masyarakat, bukan raja," pungkasnya menutup pembicaraan.



(wip/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads