Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta masyarakat menghemat air saat musim kemarau panjang 2026. Hal tersebut dilakukan supaya mengantisipasi adanya dampak kekeringan hingga krisis air bersih.
Hal tersebut disampaikan Dadang kepada awak media setelah Apel Kesiapsiagaan Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan Tingkat Kabupaten Bandung Tahun 2026 di Dome Balerame, Soreang, Selasa (11/8/2026). Sejumlah petugas gabungan disiagakan dari, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga pemerintah di kewilayahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dadang mengatakan potensi kekeringan akan mencapai puncaknya pada bulan Oktober hingga November. Kata dia, informasi tersebut diketahui berdasarkan data dari BMKG.
"Ini kan akan sangat lama, nah untuk air juga kita sudah buatkan surat instruksi untuk masyarakat hemat air karena kondisi kekeringan ini kita tidak bisa diprediksi," ujar Dadang.
Pihaknya menjelaskan adanya intruksi tersebut sebagai upaya pemerintah dalam memberikan kesadaran bagi masyarakat. Kemudian bisa memberikan edukasi dan pemahaman bagi masyarakat.
"Soalnya kesiapsiagaan ini perlu dibantu dan ada kekompakan dari semuanya," katanya.
Menurutnya kesiapsiagaan penting dilakukan untuk seluruh unsur dalam menghadapi potensi kekeringan, krisis air bersih, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. Hal tersebut merupakan sebagai momentum seluruh personel siap menghadapi potensi bencana.
"Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru kemudian bertindak. Kesiapsiagaan harus dimulai dari sekarang melalui pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, pencegahan, koordinasi, dan respons yang cepat," ucapnya.
Sementara itu, Pemkab Bandung berencana akan mengeluarkan intruksi khusus bagi para pelaku usaha di Kabupaten Bandung. Menurutnya para pelaku usaha tersebut bisa memasang kamera pemantau (CCTV).
"Insyaallah kita akan keluarkan surat atau instruksi Bupati Bandung terhadap perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bandung harus memasang CCTV di pinggir menghadap jalan. Nah sehingga nanti untuk deteksi dini termasuk pencegahan dan termasuk untuk memantau kejadian-kejadian dalam rangka meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing," jelas Dadang.
Dadang mengingatkan masyarakat supaya tidak membuang puntung rokok sembarangan. Menurutnya aksi tersebut akan bisa menimbulkan kebakaran lahan di Kabupaten Bandung.
"Saya ingatkan kepada yang hobi merokok jangan membuang puntung rokok sembarangan. Matikan dulu baru dibuang di tempatnya yang sesuai dengan dan peruntukannya," jelasnya.
Dadang menyebutkan akan meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di Kabupaten Bandung. Menurutnya hal tersebut akan mengantisipasi adanya kejadian di tingkat RT dan RW.
"Jadi pengawasan di lingkungan akan lebih terpantau dalam rangka pencegahannya," kata Dadang.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kabupaten Bandung tercatat sebanyak 334 kejadian kebakaran. Data tersebut direkap selama awal tahun hingga Juli 2026.
Peningkatan kebakaran terjadi pada semak belukar dan lahan kering yang ada di Kabupaten Bandung. Tercatat sebanyak 84 kejadian semak belukar terjadi pada bulan Juli 2026. Data tersebut melonjak tajam dari bulan Juni yang hanya terjadi 13 kejadian dan bulan Mei hanya satu kejadian.
Berdasarkan analisis petugas, penyebaran api di area semak belukar dan perbukitan disebabkan karena vegetasi yang telah mengering dan kelembapan udara yang sangat rendah.
Sementara itu sebanyak 29 persen pembakaran sampah sembarangan menyebabkan kebakaran lahan kering dan sisanya dipicu aktor kelalaian lain dan kesengajaan.
Beberapa Kecamatan di Kabupaten Bandung kerap dilanda kebakaran dan yang paling tertingi adalah kecamatan Margaasih dengan 29 kejadian. Kemudian kecamatan Baleendah sebanyak 27 kejadian, kecamatan Katapang sebanyak 26 kejadian, kecamatan Soreang sebanyak 22 kejadian, dan kecamatan Cicalengka sebanyak 21 kejadian.
Diadamkar Kabupaten Bandung saat ini terus melakukan siaga di berbagai Pos yang ada di Kabupaten Bandung. Diantaranya Mako Soreang, Cicalengka, Cileunyi, Baleendah, Majalaya, hingga Pacet.
(sud/sud)
