Nasib Tragis Lumba-lumba di Pangandaran gegara Cari Makan

Round-Up

Nasib Tragis Lumba-lumba di Pangandaran gegara Cari Makan

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 11 Agu 2026 07:30 WIB
Lumba-lumba yang ditemukan di Pantai Timur Pangandaran
Lumba-lumba yang ditemukan di Pantai Timur Pangandaran. (Foto: Istimewa)
Pangandaran -

Warga dan wisatawan di pesisir Pantai Timur Pangandaran dikejutkan dengan penemuan seekor lumba-lumba yang terdampar pada Minggu (9/8). Sayangnya, saat ditemukan, mamalia laut yang dikenal cerdas ini sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kepala BKSDA Pangandaran, Kusnadi, mengonfirmasi adanya temuan lumba-lumba mati tersebut. Ia menduga kuat peristiwa ini dipicu kondisi cuaca ekstrem yang terlalu panas. Menurutnya, fenomena tragis ini bukan kali pertama terjadi di kawasan wisata tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Populasi lumba-lumba di perairan Pangandaran memang tergolong tidak banyak. Namun, saat musim kemarau tiba, kawanan mamalia ini cenderung berenang lebih dekat ke pesisir untuk mencari sumber makanan.

"Dilihat dari sejarahnya kalau habitatnya ga terlalu banyak," kata Kusnadi kepada detikJabar, Senin (10/8/2026).

ADVERTISEMENT

Kusnadi menjelaskan ketersediaan ikan-ikan kecil yang melimpah di perairan dangkal Pangandaran menjadi daya tarik bagi lumba-lumba. "Kami menduga matinya lumba-lumba itu disebabkan karena mencari ikan terlalu menepi, karena ikan-ikan saat ini sedang berada di pinggir," katanya.

Selain faktor makanan, suhu air yang meningkat drastis diduga membuat lumba-lumba tersebut stres dan tidak siap secara fisiologis. "Karena saat ditemukan tidak ada bekas jaring ataupun sayatan," ucapnya menambahkan.

Fenomena terdamparnya mamalia laut ini memang erat kaitannya dengan kemarau panjang. Saat ikan-ikan kecil bermigrasi ke perairan dangkal yang lebih hangat, lumba-lumba akan mengikutinya hingga terkadang terjebak di area yang terlalu dangkal. Kejadian ini serupa dengan peristiwa terdamparnya hiu paus di perairan Batu Karas beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Kasatpolairud Polres Pangandaran, AKP M. Anang Tri Sodikin, memaparkan hasil pengukuran morfometri terhadap bangkai satwa tersebut. Lumba-lumba yang malang itu memiliki panjang badan sekitar 1,65 meter dengan perkiraan berat mencapai 80 kilogram.

Secara rinci, petugas mencatat panjang sirip depan sekitar 70 sentimeter, sirip punggung 35 sentimeter, panjang ekor 40 sentimeter, panjang kepala 40 sentimeter, serta lingkar mulut sekitar 25 sentimeter.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan pantai, bangkai lumba-lumba tersebut kini telah dikuburkan di area Pantai Timur Pangandaran oleh petugas gabungan.

"Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi sudah mati," ujar Anang.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan satwa laut yang terdampar di sepanjang garis pantai Kabupaten Pangandaran agar bisa segera ditangani.

"Respons cepat masyarakat dalam memberikan informasi diharapkan dapat membantu petugas dan instansi terkait melakukan penanganan secara tepat serta menjaga kebersihan dan keamanan kawasan pantai," ucapnya.

(orb/orb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads