Warga digegerkan oleh penemuan seekor lumba-lumba yang terdampar di pesisir pantai timur Pangandaran pada Minggu (9/8). Namun, saat ditemukan, mamalia laut tersebut sudah dalam kondisi mati.
Kepala BKSDA Pangandaran Kusnadi membenarkan adanya lumba-lumba yang mati tersebut. Ia menduga peristiwa ini terjadi akibat kondisi cuaca yang terlalu panas. Kusnadi menyebut bahwa fenomena tersebut bukan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
Populasi lumba-lumba di laut Pangandaran memang tidak terlalu banyak. Namun, saat musim kemarau, mereka cenderung menepi untuk mencari makan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dilihat dari sejarahnya kalau habitatnya ga terlalu banyak," kata Kusnadi kepada detikJabar, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, mamalia laut itu tinggal di perairan Pangandaran karena ketersediaan ikan-ikan kecil yang melimpah. "Kami menduga matinya lumba-lumba itu disebabkan karena mencari ikan terlalu menepi, karena ikan-ikan saat ini sedang berada di pinggir," katanya.
Ia mengatakan lumba-lumba itu terpapar cuaca yang terlalu panas, sehingga tidak siap dengan kondisi suhu airnya. "Karena saat ditemukan tidak ada bekas jaring ataupun sayatan," ucapnya.
Lumba-lumba yang ditemukan di Pantai Timur Pangandaran Foto: Istimewa |
Selain itu, fenomena terdamparnya mamalia ini dipengaruhi kemarau panjang. Saat ikan-ikan kecil mencari perairan dangkal yang lebih hangat, lumba-lumba mengikutinya hingga terjebak di perairan dangkal. Kejadian ini serupa dengan peristiwa hiu paus yang terdampar di perairan Batu Karas beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Kasatpolairud Polres Pangandaran AKP M. Anang Tri Sodikin mengatakan bahwa berdasarkan hasil pengukuran morfometri, lumba-lumba yang terdampar tersebut memiliki panjang badan sekitar 1,65 meter dengan perkiraan berat 80 kilogram.
Adapun panjang sirip depan sekitar 70 sentimeter, sirip punggung 35 sentimeter, panjang ekor 40 sentimeter, panjang kepala 40 sentimeter, serta lingkar mulut sekitar 25 sentimeter.
Ia mengatakan lumba-lumba yang terdampar mati itu kini sudah dikuburkan di area pantai timur Pangandaran.
"Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan evakuasi terhadap lumba-lumba yang ditemukan dalam kondisi sudah mati," ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan satwa laut yang terdampar di sepanjang wilayah pesisir Kabupaten Pangandaran.
"Respons cepat masyarakat dalam memberikan informasi diharapkan dapat membantu petugas dan instansi terkait melakukan penanganan secara tepat serta menjaga kebersihan dan keamanan kawasan pantai," ucapnya.

