Toko Cuci Gudang di Ciamis Ludes Terbakar, Rugi Rp 1,5 Miliar

Toko Cuci Gudang di Ciamis Ludes Terbakar, Rugi Rp 1,5 Miliar

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 11:21 WIB
Ilustrasi api neraka, kebakaran.
Ilustrasi kebakaran (Foto: Rawpixel/Freepik)
Ciamis -

Sebuah toko cuci gudang di Dusun Neglasari, Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, hangus terbakar pada Senin (10/8/2026). Seluruh bangunan berukuran 8 x 20 meter tersebut ludes dilalap si jago merah.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP Ciamis, Budi Rahmat, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran diterima Pos WMK Banjarsari sekitar pukul 04.30 WIB. Petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba hanya dalam waktu tiga menit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitu menerima laporan, petugas Pos WMK Banjarsari langsung menuju lokasi. Respon time kami sekitar tiga menit, petugas tiba di tempat kejadian," kata Budi Rahmat.

Budi menjelaskan, api diketahui mulai membesar setelah diduga terjadi hubungan arus pendek listrik. Petugas segera melakukan pemadaman intensif guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

"Informasi awal, kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Api kemudian cepat membesar sehingga pemilik melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran," ujarnya.

Objek yang terbakar merupakan toko cuci gudang milik Wawa Watini Tahlan (62). Bangunan dengan luas sekitar 8 x 20 meter itu dilaporkan terdampak sepenuhnya oleh kobaran api.

Budi menyebutkan bahwa kerugian materi akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut.

"Untuk korban jiwa maupun luka tidak ada. Sementara untuk kerugian materi diperkirakan sekitar Rp1,5 miliar," ungkap Budi.

Dalam upaya pemadaman, sebanyak enam unit kendaraan dikerahkan ke lokasi. Armada tersebut terdiri dari lima unit kendaraan pancar dan satu unit tangki suplai. Sebanyak 21 personel diterjunkan untuk menjinakkan api dan melakukan proses pendinginan.

"Petugas mengerahkan enam unit armada dengan 21 personel. Lima unit merupakan kendaraan pancar dan satu unit tangki suplai," katanya.

Setibanya di lokasi, petugas langsung berjibaku memadamkan kobaran api. Setelah api berhasil dikendalikan, proses dilanjutkan dengan pendinginan guna memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api kembali menyala.

Petugas juga melakukan observasi menyeluruh terhadap sisa-sisa bangunan. Langkah ini diambil untuk menjamin kondisi benar-benar aman dan tidak ada titik api yang tersembunyi.

"Setelah pemadaman, petugas melakukan pendinginan dan pengecekan menyeluruh. Ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak ada bara yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali," tutur Budi.

Penanganan kebakaran ini melibatkan berbagai unsur kewilayahan. Selain Damkar Pos WMK Banjarsari, proses pemadaman turut dibantu oleh Pemadam Kebakaran Kota Banjar, BPBD, Polsek Banjarsari, Koramil Banjarsari, pemerintah kecamatan, perangkat desa, Tagana, RCS, MDMC, RAPI, BAZNAS, hingga Karang Taruna Banjarsari.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads