Disdik Kota Bandung merespons polemik SDN 026 Bojongloa di kawasan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul. Disdik memastikan bakal menyiapkan relokasi sekolah selama polemik terjadi, termasuk membangun gedung baru untuk proses belajar siswa.
Sekadar diketahui, masalah di SDN 026 Bojongloa sempat mencuat dan menjadi sorotan pada 2024 yang lalu. Saat itu, siswa di sana hanya bisa pasrah menerima kenyataan lantaran tempat belajar mereka akan direlokasi karena tersandera masalah sengketa lahan.
Pemicunya terjadi karena ada sejumlah ahli waris bernama Agus Pribadi dan Tata yang mengklaim kepemilikan lahan SDN 026 Bojongloa ke pengadilan pada 2017 silam. Setelah perkaranya bergulir hingga tingkat peninjauan kembali (PK), pada 2022, Pemkot Bandung harus merelakan lahan sekolah tersebut karena kalah mempertahankan lahannya.
Kamis (6/8/2026) pagi, ahli waris datang ke SDN 026 Bojongloa untuk menggembok sekolah tersebut. Meski bisa kembali dibuka sekitar pukul 07.00 WIB, proses belajar 945 siswa di sana jadi terganggu dan terpaksa menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron mengatakan, Dinas Pendidikan telah menyiapkan opsi relokasi sementara untuk proses belajar siswa. Rencananya, aktivitas itu akan dialihkan ke SDN 148 Cibaduyut hingga SDN 200 Leuwipanjang.
"Ada beberapa alternatif untuk relokasi. Ada SD Leuwilanjang, SD Cibaduyut, ada juga SD 229. Nanti akan dirapat supaya tidak ada lagi nanti drama seperti yang sekarang," katanya.
Simak Video "Video: Di Balik Penolakan Pemakaman Jenazah di Sidoarjo "
(ral/mso)