Ahli waris menggembok SDN 026 Bojongloa yang berlokasi di kawasan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Meski bisa kembali dibuka sekitar pukul 07.00 WIB, proses belajar 945 siswa di sana jadi terganggu dan terpaksa menerapkan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Insiden ini tak luput mendapat sorotan dari salah satu orang tua siswa bernama Robi Rahmawan (36). Ia mengaku baru mengetahui kejadian itu setelah anaknya yang duduk di kelas 5 tiba-tiba malah pulang kembali ke rumah.
"Tadi pagi anak saya pulang lagi sama temennya, ditanya kan sama mamahnya, kenapa malah pulang. Digembok katanya sekolahnya," kata Robi saat berbincang dengan wartawan, Kamis (6/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robi mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi di SDN 026 Bojongloa. Termasuk, ia belum mendapat informasi kembali bagaimana sistem pembelajaran anaknya setelah insiden ini.
"Enggak tahu besok mah, belum ada pemberitahuan. Biasanya ada pemberitahuan. Dan enggak ada kabar enggak ada apa, digembok weh gitu (sekolahnya)," ucap Robi.
Sebagai orang tua, Robi tentu berharap insiden seperti ini bisa segera selesai. Sehingga, proses belajar untuk anaknya kembali berjalan dengan normal tanpa ada kendala yang mengganggu kenyamanan.
"Ya kalau kita sebagai orang tua menginginkan yang terbaik aja untuk anaknya supaya tidak terganggu belajarnya. Harapannya semoga baik-baik aja, seterusnya bisa normal kembali enggak keganggu lagi," tuturnya.
Terkait opsi relokasi, Robi pun mengaku menyerahkan kebijakannya ke Pemkot Bandung. Yang terpenting, lokasi yang baru untuk tempat belajar anaknya tidak terlalu jauh dari rumah.
"Yang penting bisa sekolah walaupun harus pindah. Dan yang penting mah jangan terlalu jauh lokasi pindahnya. Jadi, pindah juga enggak apa-apa, yang penting sekolah enggak keganggu buat anaknya," pungkasnya.
(ral/yum)
