Relokasi SDN 026 Bojongloa: Belajar Dibagi Pagi dan Siang

Relokasi SDN 026 Bojongloa: Belajar Dibagi Pagi dan Siang

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 18 Agu 2026 10:12 WIB
Lahan untuk gedung baru SDN 026 Bojongloa ditolak warga sekitar.
Lahan untuk gedung baru SDN 026 Bojongloa ditolak warga sekitar. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Pemkot Bandung sudah mematangkan skema relokasi 945 siswa SDN 026 Bojongloa. Rencananya, proses pembelajaran ratusan murid sekolah tersebut akan dipindahkan sementara ke SDN 148 Cibaduyut imbas masalah sengketa lahan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron mengatakan, skema pembagian jam belajar untuk relokasi siswa SDN 026 Bojongloa sudah ditentukan. Siswa SDN 148 Cibaduyut nantinya tetap belajar di pagi hari, sedangkan siswa SDN 026 Bojongloa belajar di siang harinya.

"Sudah ditentukan waktunya. Yang eksisting (SDN 148 Cibaduyut) itu belajar dari jam 7 pagi sampe jam 12, nah SDN Bojongloa dari jam 1 siang sampe jam 5 sore," kata Asep Gufron, Selasa (18/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Asep juga bakal memastikan tidak ada masalah saat relokasi itu dilaksanakan. Salah satu yang jadi sorotan, jangan sampai siswa SDN 148 Cibaduyut jadi terganggu, sedangkan siswa SDN 026 Bojongloa seolah jadi tamu di tempat belejar barunya itu.

"Kan jauh-jauh hari sudah disosialisasikan, baik orang tuanya maupun ke peserta didik. Kalau masalah misalnya ada yang keberatan, ya wajar, karena kan ini sementara, tidak permanen," ucapnya.

ADVERTISEMENT

Disdik Kota Bandung kata Asep, juga sudah berkomunikasi dengan ahli waris penguasa lahan SDN 026 Bojongloa. Hasilnya, sejumlah aset di sekolah tersebut masih dipertahankan meski proses belajar harus direlokasi ke tempat lain.

"Kaitan aset-asetnya, tidak akan dipindahkan. Masih tetap di sana. Kayak meja, lemari, itu masih tetap di sana, tidak akan dipindahkan," ungkapnya.

Sementara itu, untuk opsi jangka panjang, Disdik Kota Bandung telah menyiapkan lahan calon proyek gedung baru SDN 026 Bojongloa. Sayangnya, rencana itu ternyata malah ditolak warga yang bermukim di komplek perumahan Cibaduyut Permai.

Asep Gufron menyatakan, rencana pembangunan gedung baru SDN 026 Bojongloa masih terus berjalan. Disdik telah menggandeng kejaksaan, termasuk melakukan mediasi dengan warga yang menolak rencana proyek tersebut.

"Kami masih terus melakukan mediasi ya dengan kejaksaan, karena jaksa salah satu tim kami dalam program prioritas Pemerintah Kota Bandung. Tentunya dikawal betul oleh pihak kejaksaan. Sekarang lagi ini kan proses izinnya, Insyaallah ya sebentar lagi kita akan selesai. Setelah itu baru kita bergerak untuk melakukan pembangunan," ujarnya.

"Targetnya 5 bulan. Tapi kita lihat dulu, saya belum bisa mengatakan kejar dan tidak kejarnya. Nanti kita lihat manakala izin semua sudah keluar, baru kita evaluasi lagi nanti dengan pihak eh kejaksaan sebagai pendamping program prioritas proyek prioritas," pungkasnya.

(ral/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads