Hiu Tutul 1,5 Ton Terdampar dan Mati di Pantai Batukaras

Hiu Tutul 1,5 Ton Terdampar dan Mati di Pantai Batukaras

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Selasa, 04 Agu 2026 09:46 WIB
Bangkai hiu Tutul di Pantai Batukaras
Foto: Aldi Nur Fadillah
Pangandaran -

Masyarakat dan nelayan di kawasan Pantai Sanghiangkalang, Batukaras, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, digegerkan oleh penemuan seekor hiu tutul raksasa (naga bentang) yang terdampar dalam kondisi mati pada Senin (3/8/2026) malam pukul 19.00 WIB.

Hiu tutul itu saat pertama kali ditemukan warga masih dalam keadaan hidup. Namun, evakuasi tidak memungkinkan untuk dilakukan karena kondisi pesisir di titik tersebut sangat gelap dan berarus cukup kencang.

Satwa laut yang masuk dalam kategori dilindungi ini diperkirakan memiliki bobot sekitar 1,5 ton dengan panjang mencapai lima meter. Sayangnya, tidak berlangsung lama, kondisi kesehatan hiu tersebut memburuk hingga akhirnya mati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hingga pagi ini, bangkai hiu tutul di bibir pantai tersebut seketika menarik perhatian warga yang berada di lokasi kejadian. Berdasarkan keterangan nelayan setempat, sehari sebelum ditemukan mati, hiu tutul tersebut sempat terlihat berenang di area yang sangat dekat dengan daratan.

Satwa yang dikenal memiliki karakteristik jinak itu diduga tengah mengejar kawanan ikan kecil sebagai sumber makanannya hingga akhirnya terdampar di zona dangkal.

ADVERTISEMENT

Sejumlah nelayan juga mengaku sempat mendengar suara yang berasal dari arah hiu tersebut saat peristiwa berlangsung. Bagi masyarakat Batukaras, kemunculan hiu tutul bukan merupakan fenomena yang sepenuhnya asing.

Satwa yang secara lokal dikenal dengan sebutan ikan persong atau ikan naga bintang ini kerap muncul setiap memasuki musim kemarau di perairan Pangandaran.

Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kontamina Batukaras, Dede Sutarman, membeberkan bahwa kemunculan hiu tutul justru diyakini sebagai pertanda datangnya musim kemarau sekaligus indikator melimpahnya populasi ikan di perairan sekitar.

"Hitu tutul itu juga sering disebut ikan persong atau ikan naga bentang kalo orang sini bilangnya," ucap Dede melalui aplikasi perpesanan, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, masyarakat memercayai bahwa adanya naga bentang yang terdampar setiap tahun ini menjadi pertanda musim kemarau dan melimpahnya hasil tangkapan ikan bagi para nelayan.

"Kepercayaan masyarakat sini seperti itu," katanya.

Ia mengatakan pertama kali ditemukan hiu tutul itu oleh warga dan nelayan. "Panjangnya sekitar lima meter. Rencananya akan dikubur setelah air laut surut," katanya.

Bangkai hiu tutul tersebut direncanakan akan segera dievakuasi saat kondisi air laut mulai surut sepenuhnya. "Setelah berhasil dipindahkan dari bibir pantai, bangkai satwa dilindungi ini akan dikubur guna mencegah timbulnya aroma tidak sedap serta menjaga kebersihan lingkungan di kawasan Pantai Batukaras," tutupnya.



(tya/tya)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads