Bulog Gandeng TNI-Polri Amankan Gudang Beras Nasional

Bulog Gandeng TNI-Polri Amankan Gudang Beras Nasional

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Sabtu, 01 Agu 2026 19:29 WIB
Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan kunjung ke gudang di Kabupaten Sumedang.
Dirut Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani saat melakukan kunjung ke gudang di Kabupaten Sumedang. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Sumedang -

Perum Bulog memperkuat pengamanan rantai pasok pangan dengan menggandeng prajurit TNI dan Polri untuk menjaga seluruh gudang beras di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna memastikan keberlanjutan swasembada pangan nasional melalui sinergi pengamanan aset negara.

Rencana pelibatan personel TNI-Polri tersebut diungkapkan Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026). Ahmad menegaskan bahwa peran kedua instansi tersebut sangat krusial dalam mengawal kedaulatan pangan.

"Jadi Alhamdulillah kami dengan TNI-Polri sangat didukung. Kalau tidak dibantu TNI-Polri, mungkin swasembada pangan berkelanjutan ini kita juga tidak terwujud. Karena ini peran besar dari TNI-Polri lah, makanya swasembada pangan berkelanjutan ini bisa terwujud. Dan salah satunya adalah bukan hanya penyerapan, namun teman-teman TNI-Polri ini membantu untuk mengamankan aset-asetnya Bulog," ujar Ahmad.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengamanan ini tidak hanya menyasar fasilitas utama, tetapi juga menjangkau gudang-gudang swasta yang disewa oleh Bulog di berbagai daerah. Para prajurit diharapkan mampu melakukan pengawasan ketat untuk menjamin kualitas beras tetap layak konsumsi sebelum didistribusikan ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Nah ini kami juga akan sinergikan untuk pengamanan gudang-gudang swasta Bulog. Karena gudang-gudang swasta juga sudah mulai banyak yang kita sewa. Oleh karena itu perlu pengawasan, perlu pengamanan dan kontrol yang betul-betul ketat untuk menjamin beras-beras Bulog itu aman, bersih, higienis dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat," katanya.

Saat ini, prosedur formal untuk menempatkan personel di gudang-gudang sewa tengah diproses melalui pengajuan kepada Kapolri, KSAD, hingga Panglima TNI.

"Kalau sinerginya sudah jalan, namun untuk gudang-gudang sewa ini nanti akan proses kita ajukan ke Bapak Kapolri maupun Bapak Kepala Staf Angkatan Darat dan Panglima TNI," ungkap Ahmad.

Ekspansi 100 Gudang Baru

Selain memperketat keamanan, Bulog tengah bersiap membangun 100 unit gudang baru di seluruh Indonesia. Langkah masif ini merespons kondisi stok beras nasional yang kini melimpah sehingga membutuhkan ruang penyimpanan tambahan.

Ahmad menjelaskan, pembangunan infrastruktur pascapanen ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Fokus utama pembangunan akan diarahkan ke wilayah terdepan, terpencil, dan terluar (3T) yang selama ini minim fasilitas penyimpanan.

"Jadi gini, itu sambil berjalan paralel, sesuai dengan perintah Bapak Presiden, Bulog juga ditugaskan untuk membangun 100 gudang dan infrastruktur pascapanen," kata Ahmad.

Keberadaan gudang di wilayah 3T seperti Natuna, Anambas, hingga Pulau Rote dinilai sangat mendesak untuk menjaga ketahanan logistik saat cuaca buruk melanda.

"Nah ini 100 gudang, ini tersebar di seluruh tanah air, yang diprioritaskan untuk yang 3T dulu mas. Terdepan, terpencil, dan terluar. Nah harapannya apa? Temen-temen yang susah dan kabupaten-kabupaten kota yang belum punya gudang, memiliki gudang," jelasnya.

Ia menambahkan, "Kasian saudara-saudara kita yang di pulau-pulau kayak di Natuna, di Anambas, kemudian di Pulau Rote. Nah itu kan kesian, kalau dia nggak punya gudang, musim barat, musim ombak tinggi, mereka kesulitan logistik, karena tidak bisa untuk melaut dan lain sebagainya."

Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi secara fisik pada akhir tahun 2026. Bulog berencana segera melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) dalam waktu dekat.

"Dibangun di tahun ini. Harapannya nanti di akhir tahun, sudah ada gudang yang jadi. Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan laksanakan ground breaking. Dan harapan nanti di Desember sudah ada yang jadi gudangnya," tuturnya.

Urgensi penambahan gudang ini dipicu oleh kondisi fasilitas Bulog yang sudah melampaui kapasitas (over capacity). Di Sumedang saja, Bulog harus menyewa enam gudang tambahan karena gudang utama di Paseh sudah tidak mampu menampung stok.

"Karena gudang Bulog sendiri sudah penuh, jadi nggak muat lagi, maka kita harus sewa-sewa gudang. Contoh, ini Pak Kepala Gudang, ini gudang utamanya Bulog di Paseh, itu satu gudang. Sekarang kita sewa enam gudang, karena yang di Paseh sudah nggak muat. Jadi kita sewa gudang-gudang yang lain. Ini menunjukkan bahwa kita betul-betul berlimpah dengan beras, dan menunjukkan suasana pangan yang berkelanjutan," paparnya.

Saat ini, total stok beras yang dikelola Bulog mencapai 5,4 juta ton, jauh melampaui kapasitas penyimpanan mandiri yang hanya sebesar 3 juta ton.

"Jadi ini yang perlu kita pahami bersama, bukan bohong pemerintah, tapi ini nyata. Kita sampai sewa gudang sekarang lebih dari yang kapasitasnya dari 2 juta ton, bahkan hampir 3 juta ton. Karena Bulog sendiri maksimum bisa punya, menyimpan beras itu 3 juta ton. Nah sekarang stoknya Bulog ada 5,4 juta ton, dan kita sewa sudah 3 juta ton," pungkas Ahmad.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Prabowo Pimpin Panen Raya Bersama TNI Serentak di 43 Titik "
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads