Perasaan campur aduk dirasakan oleh Maria Saeita selama masa hidupnya. Bagaimana tidak, ia secara resmi dilantik menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Maria sendiri menjadi salah satu dari ribuan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang dilantik menjadi ASN, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (29/7/2026).
Tangis bahagia dari Maria kian pecah usai Praja Muda IPDN angkatan ke-XXXIII itu dilantik langsung menjadi ASN oleh orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden Prabowo Subianto.
Dengan resmi dilantiknya menjadi ASN, Maria yang berasal dari keluarga sederhana ini mengaku senang dengan pencapaian yang diraihnya usai menjalani pendidikan selama empat tahun.
"Saya sangat senang sekali karena saya berasal dari keluarga yang sederhana. Kebetulan ayah saya berprofesi sebagai seorang petani dan ibu saya adalah seorang guru PPPK dari sebuah kabupaten kecil, yaitu Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Saya sangat bersyukur walaupun saya tinggal di desa dan besar dan kecil di desa, saya bisa mengikuti pendidikan di IPDN ini," ujar Maria saat berbincang bersama detikJabar.
Maria tentu tidak menyangka jika dirinya kini secara resmi menjadi abdi negara. Sebab, sejak dari kecil Maria memiliki cita-cita lain yaitu ingin menjadi dokter. Namun, takdir berkata lain dan saat ini Maria menjadi seorang pengabdi masyarakat.
"Jujur saja sejak kecil saya memang tidak menyangka saya akan bisa menjadi seorang ASN. Karena dari kecil kebetulan cita-cita saya itu dokter. Tapi mungkin jalan hidup saya untuk bisa menjadi seorang pengabdi masyarakat. Jujur sangat terharu dan rasanya luar biasa," katanya.
Maria menceritakan, berbagai momen yang tak pernah ia lupakan terjadi saat dirinya masih menjalani pendidikan. Mulai dari kebiasaan di rumah hingga menjadi hidup teratur selama pendidikan.
"Momen pertama itu waktu saya tingkat 1. Dimana itu kebiasaan-kebiasaan dari rumah masih terbawa di sini. Dimana di sini saya harus benar-benar mengikuti aturan yang sangat ketat di sini," ucapnya.
"Kehidupan siklus saya yang diatur oleh peraturan lembaga. Sehingga saya harus menyesuaikan diri dan mengikuti berbagai peraturan di IPDN ini. Setiap tantangannya mungkin dari mental saya yang mungkin di rumah saya masih sering manja," sambungnya.
Dalam kesempatan ini, air mata dari Maria tidak tertahan lagi. Terutama, saat momen setelah menjalani pelantikan, Maria berkesempatan bertemu langsung dengan kedua orang tuanya. Di momen itu, Maria mengucapkan permintaan maaf kepada orang tuanya.
"Baik untuk orang tua saya, selama saya melakukan pendidikan di sini mungkin saya sedikit keras kepala. Yang dulunya saya sangat keras kepala karena saya juga seorang anak pertama dan seorang perempuan juga. Oleh karena itu di kesempatan ini saya ingin meminta maaf kepada orang tua saya," kata Maria.
Kini, Maria yang merupakan anak pertama dari lima bersaudara itu bisa membalaskan budinya kepada orang tuanya dengan memberikan hadiah pelantikan menjadi ASN. "Saya sangat bersyukur karena orang tua saya ini menjadi garda terdepan buat saya. Dari semenjak saya tes banyak sekali kesulitan. Karena jujur keluarga saya berasal dari keluarga sederhana," tuturnya.
"Dan mengikuti tes ini juga walaupun gratis tapi ada biaya transportasi, penginapan dan lain-lain saat mengikuti tes. Kedua orang tua saya selalu mengusahakan terbaik untuk saya saat saya mengikuti tes. Walaupun dengan keterbatasan kedua orang tua saya tetap mengusahakan bagaimanapun caranya saya bisa mengikuti tes ini," ungkapnya.
Sementara itu, ayah Maria, Florentianus Verianus berkesempatan menyampaikan bahwa perjalanan untuk membawa Maria hingga saat ini resmi menjadi ASN yang tidak mudah. Sebagai orang tua, apapun jalan terjal yang dihadapi ia jalani dengan usaha demi sang buah hati.
"Saya sampaikan kepada anak-anak, kalau kami sebagai Bapak ya apapun anak punya permintaan, paling kami orang tua untuk berusaha bagaimanapun cara dia harus menempuhi impiannya dia. Jadi kami tidak mau mengecewakan anak kami. Jadi kami dengan upaya apapun dia harus sukses. Dan banyak berdoa untuk anak kami," kata Florentianus.
Florentianus berpesan, agar Maria tidak merasa puas atas hasil yang diraih saat ini dan terus belajar serta berdoa. Sebab, kata dia, dua hal tersebut merupakan kunci utama menuju kesuksesan.
"Yang pertama ya kami sebagai orang tua yang pertama anak harus belajar. Kita dengan tanpa modal intinya kita belajar. Di belajar dengan berdoa itu yang kunci utama kita. Jadi itu saja," pungkasnya.
Sementara, dalam pelantikan Pamong Praja Muda IPDN ini turut hadir Menko Polkam Djamari Chaniago, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiono, MenPAN-RB Rini Widiyantini, Kepala BIN Herindra, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Diketahui, pada tahun akademik 2025/2026, IPDN mewisuda 1.404 mahasiswa dari berbagai tingkatan. Wisudawan tersebut terdiri atas 45 Doktor Ilmu Pemerintahan, 73 Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, 1.204 Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, dan 82 lulusan Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan.
(sud/sud)