Cegah Limbah, BPBD Setop Bantuan Pakaian untuk Warga Adat Ciptamulya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 28 Jul 2026 18:30 WIB
Tumpukan baju dari sumbangan untuk warga terdampak kebakaran di Kampung Adat Ciptamulya, Kabupaten Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi resmi menghentikan penerimaan bantuan berupa pakaian layak pakai untuk korban kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Langkah tersebut diambil karena pasokan pakaian donor di lokasi pengungsian sudah melimpah dan dikhawatirkan memicu masalah baru berupa limbah tekstil.

Berdasarkan informasi dari posko pengungsian pada Selasa, (28/7/2026), tumpukan pakaian bekas tampak menggunung di bawah tenda darurat. Para penyintas bencana memang masih memilah-milah pakaian tersebut untuk mencari ukuran dan jenis yang sesuai, namun ketersediaan bantuan kain ini dikhawatirkan akan terus menumpuk jika pengirimannya tak dibatasi.

Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa berdasarkan hasil evaluasi kaji cepat kebutuhan di lapangan, bantuan pakaian saat ini sudah tidak lagi dibutuhkan secara mendesak.

"Untuk sekarang itu kemarin sudah di-cross check kebutuhan anak sekolah, peralatan sekolah, dan alat-alat dapur. Nah, kalau untuk anak sekolah kan (barangnya) habis ya. Kadang-kadang jarang yang kasih perlengkapan sekolah seperti itu, jarang-jarang," kata Daeng saat dihubungi detikJabar, Selasa (28/7/2026).

Peralatan Sekolah dan Alat Dapur Minim Donasi

Menurut Daeng, perhatian donatur maupun masyarakat umum sejauh ini masih terfokus pada bantuan sandang dan pangan siap saji.

Padahal, perlengkapan memasak untuk rumah tangga dan kebutuhan edukasi anak-anak penyintas tergolong amat krusial untuk persiapan masa pascatanggap darurat.

Mayoritas rumah panggung warga adat yang ludes terbakar membuat seluruh perlengkapan dapur dan alat tulis anak-anak tak ada yang tersisa.

"Terus perlengkapan dapur, alat-alat dapur itu kan jarang-jarang gitu yang ada," tutur Daeng menambahkan.

Risiko Limbah Sandang di Kampung Adat

Melalui imbauan resminya, BPBD Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa tumpukan pakaian yang tidak terpakai berpotensi menjadi limbah sandang (textile waste) yang dapat mencemari lingkungan kawasan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.

Oleh karena itu, pemerintah daerah mengarahkan publik dan lembaga filantropi yang hendak menyalurkan donasi untuk mengalihkan bantuan ke beberapa sektor kebutuhan prioritas, antara lain perlengkapan sekolah berupa seragam, sepatu, tas, buku, dan alat tulis siswa.

Kemudian peralatan dapur berupa kompor, panci, penggorengan, serta alat makan harian lalu sanitasi dan kebersihan berupa alat mandi, perlengkapan bayi, dan popok dewasa/bayi.

Lalu logistik pasokan berupa bahan pangan kering serta perlengkapan Dapur Umum.

Masa tanggap darurat bencana kebakaran Ciptamulya sendiri ditetapkan berlaku selama tujuh hari, terhitung sejak 25 hingga 31 Juli 2026.




(sya/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork