Unik! Posko Kebakaran Sukabumi Disulap Jadi 'Distro' Baju

Unik! Posko Kebakaran Sukabumi Disulap Jadi 'Distro' Baju

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 30 Jul 2026 12:00 WIB
Posko pengungsian korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi,
Posko pengungsian korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Bandung -

Pemandangan di posko pengungsian korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kini berubah total. Jika sebelumnya belasan ribu baju bantuan menumpuk menggunung di atas tanah, kini bantuan pakaian tersebut tertata rapi digantung menggunakan hanger layaknya etalase di distro atau toko pakaian modern.

Berdasarkan dokumentasi visual di lokasi, tampak deretan baju gamis, daster, pakaian anak, hingga busana muslim warna-warni digantung sejajar di bawah naungan tenda beratap terpal merah dan biru. Bahkan terdapat penanda khusus berwujud papan kardus bertuliskan "GAMIS" untuk mempermudah pengelompokan.

Inisiatif unik ini dipelopori oleh Asep Hidayat Mustopa (Asep Hanjeli), penggagas Desa Wisata Hanjeli sekaligus Pendamping Sosial PKH Kabupaten Sukabumi, bersama empat relawan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat ibu-ibu penyintas bencana tersenyum gembira sambil memilah-milah baju yang digantung. Beberapa warga tampak membawa pulang baju pilihan mereka dengan kantong plastik putih, lengkap dengan sandal baru.

ADVERTISEMENT

"Kayak gini mah kan rapi ya. Jadi kayak di swalayan ya!" celoteh salah seorang warga perempuan sambil tersenyum saat memilih baju di gantungan.

Ibu-ibu lansia berkerudung yang mendatangi tenda pun tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya. "Suka banget, Makasih sudah dirapikan!" ujar salah seorang emak-emak penyintas sambil tersenyum lebar menunjukkan baju merah pilihan yang dipeluknya.

Asep Hanjeli: Lebih dari 10 Ribu Baju, Masih Kurang 'Hanger'

Posko pengungsian korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi,Posko pengungsian korban kebakaran Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Asep Hanjeli menjelaskan, aksi ini lahir dari rasa prihatin melihat ribuan baju bantuan yang menumpuk tak beraturan. Ia menaksir jumlah pakaian layak pakai yang masuk ke lokasi bencana sudah menembus belasan ribu potong.

"Alhamdulillah, Kang. Ini jumlah baju kita taksir mungkin lebih dari 10.000 potong, bahkan lebih kayaknya mah. Dan kita hari ini baru bawa sekitar 500 gantungan baju. Tapi mudah-mudahan nanti mungkin ada tambahan lagi, justru kami hari ini masih kekurangan gantungan baju, Kang," ungkap Asep Hanjeli saat menghubungi detikJabar, Kamis (30/7/2026).

Asep menegaskan keberadaannya di posko pengungsian merupakan bentuk aksi gotong royong lintas lembaga demi kenyamanan warga terdampak. "Semoga saja nanti bisa dilakukan. Kebetulan saya juga Pendamping Sosial PKH Kabupaten Sukabumi, dan saya juga owner Desa Wisata Hanjeli juga, Kang. Hari ini datang ke kampung ini, dan ini alhamdulillah sekarang jauh lebih rapi dan lebih tertata lebih baik dibanding kayak kemarin gitu, Kang," terangnya.

"Saya juga ngajak teman-teman, Kang, dari tim Desa Wisata Hanjeli juga, ada 4 relawan, Kang. Tapi kalau saya secara pribadi kan juga dari PKH Kabupaten Sukabumi," tambah peraih penghargaan Kalpataru tersebut.

Penyintas Lebih Nyaman dan Bermartabat

Menurut Asep, metode penataan dengan cara digantung terbukti efektif membangkitkan kembali semangat dan keceriaan para korban bencana yang sempat trauma. Warga tak perlu lagi mengaduk-aduk tumpukan kain di atas terpal tanah.

"Antusias masyarakat itu luar biasa, karena ketika kami gantungkan bajunya, justru mereka lebih senang ketika memilih baju-baju yang rapi dan sesuai dengan memilih ukuran-ukuran yang mereka terima gitu. Dan ini jauh lebih positif, Kang, dibanding seperti kemarin gitu," jelasnya.

Di tengah kebijakan BPBD Kabupaten Sukabumi yang telah menyetop penerimaan bantuan pakaian layak pakai akibat kelebihan kapasitas (overload), Asep berharap para donatur yang masih ingin berkontribusi dapat mengalihkan bantuannya pada alat penunjang operasional posko.

Selain bantuan perlengkapan sekolah dan alat dapur yang amat krusial, ketersediaan gantungan baju (hanger) dan tiang jemuran besi saat ini sangat dibutuhkan agar belasan ribu pakaian sisa yang masih menumpuk dapat ditata rapi secara manusiawi dan bermartabat.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads