Saan Mustopa Dorong Relokasi-Pemulihan Kampung Adat Ciptamulya

Saan Mustopa Dorong Relokasi-Pemulihan Kampung Adat Ciptamulya

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 17:12 WIB
Saan Mustopa di lokasi Kampung Adat Ciptamulya
Saan Mustopa di lokasi Kampung Adat Ciptamulya (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar).
Sukabumi -

Duka mendalam sempat menyelimuti warga Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Musibah kebakaran hebat yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) lalu merenggut permukiman mereka dan menghanguskan puluhan rumah panggung milik warga setempat.

Menanggapi bencana tersebut, Wakil Ketua DPR RI/Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang), Saan Mustopa, melakukan kunjungan kerja spesifik langsung ke lokasi terdampak untuk memantau proses penanganan pascabencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiba di lokasi, Saan disambut oleh Sesepuh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik (Abah E. Suhendri Wijaya). Dalam suasana khidmat dan bernuansa kekeluargaan, Abah Hendrik memasangkan iket Sunda ke kepala Saan sebagai simbol penghormatan dan penerimaan hangat terhadap tamu yang hadir.

Pantauan detikJabar di lokasi, Saan mendatangi para penyintas musibah kebakaran yang tengah bertahan di area pengungsian. Tanpa sekat, ia larut dalam perbincangan hangat bersama warga sembari menyerap berbagai aspirasi serta kebutuhan mendesak mereka.

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan tersebut, Saan menyerahkan secara langsung bantuan logistik perlengkapan dasar. Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan rumah tangga dan dapur tradisional seperti kasur, boks penyimpanan, rak piring, hingga perlengkapan menanak nasi khas Sunda berupa aseupan.

Tak berhenti di area pengungsian, Saan yang didampingi Abah Hendrik serta rombongan Muspida antara lain Bupati Sukabumi Asep Japar, jajaran BPBD, serta aparat TNI dan Polri berjalan kaki menuju calon lokasi permukiman baru.

Tempat relokasi yang disiapkan tersebut berjarak sekitar 500 meter dari permukiman lama yang terbakar. Saan meninjau langsung kondisi geografis dan kesiapan lahan guna memastikan proses relokasi berjalan aman dan terencana.

Di sela-sela peninjauannya, Saan memaparkan bahwa kehadirannya bersama unsur pemerintah daerah dan aparat penegak hukum adalah untuk memastikan fase tanggap darurat dan pemulihan berjalan beriringan secara efektif.

"Ya, kita hari ini melakukan kunjungan ya dengan Pak Bupati, ada dari Pak Teten Kepala BPBD dari apa, Jawa Barat, Dandim, Kapolres. Kita melihat keadaan pascamusibah, pascabencana. Ini kurang lebih 51 keluarga ya Bah ya, yang terdampak ini, dan memang hari ini pascamusibah ini kan masuk fase apa, rehabilitasi dan rekonstruksi ya untuk apa, ngebangun, ngebangun apa, fasilitas terutama yang paling mendesak itu ya rumah, rumah warga, dan juga ada relokasi baru ya, relokasi baru karena gak mungkin lahan yang apa, yang semula itu untuk dibangun kembali, maka direlokasi," ujar Saan, Senin (10/8/2026).

Mengingat kedudukan strategis Kasepuhan Ciptamulya sebagai kawasan warisan tradisi dan kebudayaan, politikus Partai NasDem tersebut menekankan perlunya sinergi lintas instansi dalam merawat serta membangun kembali kawasan cagar budaya ini.

"Dan untuk itu tentu ini membutuhkan perhatian semua pihak, karena ini kampung adat. Kampung adat ini kan salah satu cagar budaya yang memang harus kita jaga ya, harus kita jaga secara bersama-sama, terus pelihara secara bersama-sama. Nah, karena itu ini juga harus apa, membutuhkan bantuan dari semua pihak. Utama dari bukan hanya dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi, terus juga dari Provinsi Jawa Barat, tapi juga tentu dari pemerintah pusat," tegas Saan.

Sebagai salah satu Pimpinan DPR RI, Saan berkomitmen untuk membawa aspirasi dan kebutuhan pemulihan Kampung Adat Ciptamulya ke tingkat nasional agar proses rehabilitasi kawasan mendapatkan penanganan yang menyeluruh.

"Nah, dalam hal ini saya mewakili apa, pimpinan DPR yang lain-lain, mudah-mudahan nanti apa, saya nanti bicarakan. Tadi baru memberikan bantuan ala kadarnya, nah nanti apa yang menjadi kebutuhan-kebutuhan lain nanti kita bicarakan secara bersama-sama," ungkap legislator asal Jawa Barat tersebut.

Saan menggarisbawahi bahwasanya percepatan relokasi menjadi prioritas utama agar warga tidak berlama-lama berada dalam ketidakpastian di pengungsian maupun kediaman kerabat.

"Ya kita akan coba upayakanlah semaksimal mungkin agar apa, warga yang terkena dampak bisa secepatnya untuk menempati tempat yang baru. Kan sementara ini ada di pengungsian, ada di saudara, ada di tetangga, kan gitu. Dan itu kita tidak boleh dibiarkan berlama-lama. Karena apa, banyak faktor yang harus kita pertimbangkan," jelasnya.

Menutup keterangannya, Saan menyampaikan apresiasi atas kesiapsiagaan seluruh unsur daerah yang telah berkolaborasi sejak awal terjadinya bencana, sembari memastikan DPR RI akan terus mengawal pemulihan Kasepuhan Ciptamulya hingga tuntas.

"Jadi mudah-mudahan apa, yang paling penting apa, pascabencana ini kebutuhan-kebutuhan yang mendesak dan mendasar ini oleh Abah juga, Kasepuhan Ciptamulya, ini sudah dengan Pak Bupati, dengan pemerintah provinsi, Gubernur, BPBD, ini relatif sudah agak apa, tertangani ya. Tinggal yang mendesak-mendesaknya, nah tinggal nanti yang jangka panjangnya," pungkas Saan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Rp 100 T Disiapkan untuk Bencana Sumatera, Purbaya: Anggaran Siap"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads