Waspada! Kelalaian Manusia Jadi Pemicu Utama Kebakaran di Jabar

Waspada! Kelalaian Manusia Jadi Pemicu Utama Kebakaran di Jabar

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 28 Jul 2026 15:32 WIB
Kebakaran di Kabupaten Bandung.
Kebakaran di Bukit Paseban Kabupaten Bandung (Foto: Istimewa).
Bandung -

Musim kemarau kembali meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah Jawa Barat. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menegaskan sebagian besar kebakaran yang terjadi bukan dipicu faktor alam, melainkan akibat kelalaian manusia.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku Engkun, mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat umumnya berawal dari aktivitas sehari-hari masyarakat yang tidak disadari dapat memicu api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karhutla tuh dikita biasanya (penyebabnya) bukan seperti di luar negeri ya yang akibat panas berlebihan, bergesekan kemudian menimbulkan api, tapi rata-rata akibat puntung rokok, bikin perapian kemudian lupa dimatikan dan membakar sampah," kata Teten saat dihubungi, Selasa (28/7/2026).

Oleh karena itu, BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama musim kemarau. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, maupun meninggalkan api unggun tanpa dipastikan benar-benar padam dinilai menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran.

Selain kebakaran lahan, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran rumah yang umumnya dipicu oleh instalasi listrik yang sudah tidak layak digunakan.

"Periksa juga aliran listrik, kira-kira ditemukan listrik yang tidak stabil dan kabel-kabelnya sudah kadaluarsa segera lakukan perbaikan melalui petugas PLN," imbaunya.

Masyarakat juga diminta berhati-hati saat menggunakan lilin ketika terjadi pemadaman listrik. Menurut Teten, lilin harus ditempatkan jauh dari benda-benda yang mudah terbakar agar tidak memicu kebakaran.

"Kalau misalnya sekarang ada pemadaman api ya jangan menggunakan lilin yang berdekatan dengan lilin atau apa pun juga yang berdekatan dengan barang-barang yang berbahaya," ucapnya.

Teten menjelaskan, kebakaran pada musim kemarau berpotensi meluas lebih cepat dibandingkan dengan musim hujan. Kondisi udara yang kering serta embusan angin kencang membuat api mudah menjalar, terutama di kawasan pegunungan maupun permukiman yang didominasi material mudah terbakar.

Ia mencontohkan kebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Dalam waktu sekitar satu jam, kobaran api menghanguskan puluhan bangunan karena material rumah yang sebagian besar berbahan kayu serta diperparah oleh tiupan angin.

"Apa lagi yang di daerah pegunungan, jadi kejadian yang kemarin itu (kampung adat) cepat sekali, dalam waktu sejam sudah habis disamping material yang mudah terbakar, kedua anginnya," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Siap-siap! Awal Musim Kemarau di Indonesia Dimulai Juli"
[Gambas:Video 20detik] (bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads