2 Hari Puncak Habibi Sukabumi Terbakar, Damkar Sulit Jangkau Titik Api

2 Hari Puncak Habibi Sukabumi Terbakar, Damkar Sulit Jangkau Titik Api

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Senin, 27 Jul 2026 20:14 WIB
Kebakaran Puncak Habibi Sukabumi.
Kebakaran Puncak Habibi Sukabumi. Foto: Istimewa
Sukabumi -

Sudah dua hari api tak kunjung padam melahap kawasan perbukitan Puncak Habibi, Gunung Pangleseran, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kebakaran lahan yang mulai terdeteksi sejak Minggu (27/7/2026) siang tersebut terus menjalar hingga malam hari dan membakar vegetasi alang-alang di lereng bukit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada siang hari, kepulan asap tebal membubung tinggi dari lereng Gunung Pangleseran. Embusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api cepat membesar dan merambat menyusuri semak belukar yang mengering.

Dari kejauhan, kobaran api dan asap tebal yang membakar lereng bukit terlihat jelas di bawah cerahnya langit pesisir Sukabumi.

ADVERTISEMENT

Kondisi kian mencekam saat malam tiba. Kegelapan kawasan bukit mendadak membara ketika kobaran api menjulang di area puncak. Pendar merah kobaran api memantul di atas permukaan perairan Pantai Cikembang, menciptakan pemandangan yang menyita perhatian warga serta pengguna jalan yang melintas di sekitar kawasan wisata tersebut.

Peristiwa kebakaran ini pun tak ayal menjadi tontonan warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas. Salah seorang warga setempat, Supriadi, menceritakan bagaimana kobaran api dari kejauhan menarik perhatian warga hingga menjadi tontonan pada malam hari.

"Lokasi kebakaran ini jadi tontonan warga. Dari bawah, pantulan air di Pantai Cikembang yang berpadu sama kobaran api di atas perbukitan itu bikin suasananya terasa sangat mencekam," ujar Supriadi, Senin (27/7/2026) malam.

Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menjelaskan bahwa titik kebakaran berada di medan yang sangat ekstrem berupa tebing batu curam. Kondisi cuaca panas saat musim kemarau dipicu pantulan suhu pada batuan semakin mempercepat terbakarnya vegetasi alang-alang di lokasi.

"Posisi lokasi itu lereng, tebing batu-batu hitam yang memang rutin tiap musim kemarau terjadi seperti itu. Akibat dari pantulan panas yang terjadi, ilalang yang kering cepat terbakar," ujar Okih.

Medan yang terjal dan berbahaya menjadi kendala utama dalam upaya pemadaman selama dua hari terakhir. Petugas pemadam kebakaran tidak memungkinkan untuk menjangkau titik api secara langsung di atas lereng.

"Untuk teknis pemadaman memang sungguh sangat sulit karena bentuknya lereng batu curam. Jadi tidak memungkinkan tim Damkar untuk naik ke lokasi," ungkapnya.

Meski demikian, Okih memastikan posisi kebakaran masih relatif aman dari area pemukiman warga maupun warung-warung di pesisir pantai di bawah lereng.

"Untuk jarak ke pemukiman di bawah, terutama di Cikembang, memang masih relatif ada spare (jarak). Di bawah itu pemukiman yang dimaksud adalah warung-warung yang ada di sempadan pantai di bawah lereng," jelas Okih.

Hingga saat ini, tim dari Damkar bersama unsur Forkopimcam Cisolok tetap bersiaga penuh di kawasan Cikembang untuk memantau situasi dan mengantisipasi potensi perambatan api lebih lanjut.

(sya/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads