Teka-teki Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, 15 Saksi Diperiksa

Round-Up

Teka-teki Satpam Tewas Terborgol di Jatiluhur, 15 Saksi Diperiksa

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 28 Jul 2026 09:30 WIB
TKP Satpam Tewas Terborgol
TKP Satpam Tewas Terborgol (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Penyelidikan kasus kematian satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, terus bergulir. Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa 15 saksi dan mulai membedah hasil autopsi korban guna mengungkap penyebab pasti kematian yang hingga kini masih menjadi misteri.

Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara mengatakan, jumlah saksi yang diperiksa masih berpotensi bertambah seiring perkembangan penyelidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sementara kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 15 saksi. Hari ini kemungkinan ada tambahan saksi lagi yang akan kita periksa. Mereka terdiri dari rekan terdekat, keluarga, rekan kerja, serta orang-orang di sekitar lokasi kejadian," ujarnya saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Selain memperluas pemeriksaan saksi, penyidik kini mulai menganalisis hasil autopsi yang diterima hari ini. Temuan medis tersebut akan dicocokkan dengan sejumlah hipotesis yang telah disusun penyidik.

ADVERTISEMENT

"Hasil autopsi turun hari ini dan nanti akan kita analisa. Kami sudah memiliki beberapa hipotesis dan mengumpulkan berbagai kemungkinan terkait permasalahan yang ada pada korban," katanya.

Di tengah beredarnya berbagai informasi di media sosial, Made menegaskan hingga kini kepolisian belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka maupun melakukan penangkapan dalam perkara tersebut.

"Belum ada yang di tetapkan tersangka, yang di medsos itu belum ada kami," jelasnya.

Untuk menguatkan konstruksi perkara, penyidik juga telah tiga kali mendatangi lokasi kejadian dan menggelar pra-rekonstruksi. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh petunjuk di lapangan dapat dirangkai secara utuh sebelum penyidik mengambil kesimpulan.

"Kami masih terus mendalami peristiwa tersebut dan memastikan seluruh proses penyelidikan berjalan sesuai prosedur. Karena ini masih dalam ranah penyelidikan mendalam, detail teknisnya belum bisa kami sampaikan secara terbuka," pungkasnya.

(bba/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads