Ngilu! Baterai Jam Masuk Telinga Bocah Tasik, Damkar Turun Tangan

Ngilu! Baterai Jam Masuk Telinga Bocah Tasik, Damkar Turun Tangan

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 27 Jul 2026 13:00 WIB
Proses evakuasi baterai jam tangan dari telinga bocah di Tasikmalaya.
Proses evakuasi baterai jam tangan dari telinga bocah di Tasikmalaya. (Foto: Istimewa)
Tasikmalaya -

Regu 3 Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya kembali menunjukkan kesiagapan dalam menangani situasi darurat non-kebakaran. Kali ini, petugas berhasil mengevakuasi baterai jam tangan yang tersangkut di telinga seorang bocah berusia 7 tahun berinisial R, warga Kampung Bojong Kaum, Kelurahan Cipedes, pada Minggu (26/7/2026) malam.

Insiden bermula saat R tengah asyik bermain bersama keponakannya. Tanpa disadari, sebuah baterai jam tangan masuk dan terselip di dalam rongga telinganya. Sang ibu, Tati Rismayati, baru menyadari kejadian tersebut setelah anaknya mengeluh kesakitan.

"Nggak tahu bagaimana awalnya, tiba-tiba saja dia mengeluh baterai masuk ke telinga kirinya. Mungkin dia lagi main-main," kata Tati Rismayati, ibu anak tersebut, Senin (27/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa panik sempat membuat Tati berniat membawa anaknya ke rumah sakit terdekat. Namun, karena keterbatasan biaya, ia memutuskan mencari bantuan alternatif dengan mendatangi Markas Damkar Kota Tasikmalaya sekitar pukul 20.00 WIB.

ADVERTISEMENT

Laporan tersebut langsung direspons cepat oleh personel Regu 3 yang tengah bertugas. Tanpa membuang waktu, petugas melakukan tindakan evakuasi di lokasi. Proses pengambilan baterai dari telinga korban berlangsung singkat, kurang dari lima menit.

"Petugas piket langsung melaksanakan evakuasi di tempat, sekitar 2 menit baterai bisa diambil dari rongga telinga anak tersebut," kata Hendrik Setiana, Korlap Damkar Kota Tasikmalaya.

Hendrik menjelaskan bahwa setibanya di markas, petugas segera memeriksa kondisi telinga korban. Meski menggunakan peralatan seadanya, posisi baterai saat itu dinilai masih memungkinkan untuk dievakuasi secara langsung oleh petugas.

"Idealnya memang dibawa ke rumah sakit, tapi sempat kami coba dulu untuk mengevakuasi baterai kecil itu. Alhamdulillah ternyata bisa," kata Hendrik.

Aksi responsif ini mempertegas peran petugas pemadam kebakaran yang kini menjadi tumpuan masyarakat dalam berbagai kondisi darurat, tidak hanya terbatas pada pemadaman api. Hendrik juga mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan kejadian darurat melalui kanal resmi yang tersedia.

"Bagi warga Kota Tasikmalaya yang membutuhkan bantuan darurat atau penanganan non-kebakaran, dapat menghubungi Call Center Damkar Kota Tasikmalaya di nomor 08112073113," kata Hendrik.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads