Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan akan membangun kembali puluhan bangunan yang ludes terbakar dalam musibah kebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Total sebanyak 51 bangunan terdampak akan mendapatkan bantuan pembangunan dengan nilai yang disesuaikan berdasarkan jenis bangunannya.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status tanggap darurat bencana nonalam selama tujuh hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menginstruksikan agar proses pembangunan kembali rumah-rumah warga segera dilakukan oleh Pemprov Jabar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
"Jadi Pak Gubernur sudah memberikan kebijakan bahwa akan dibangun oleh Pemprov Jabar, oleh Pak Gubernur, Pemprov Jabar melalui Dinas Desa ya, melalui Dinas Desa yang ditugaskan 51 bangunan ya, 51 bangunan. Itu terdiri dari rumah besar, satu lagi rumah-rumah penduduk," ucap Teten saat dihubungi, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, pembangunan tidak dilakukan dengan konsep rumah modern. Seluruh bangunan akan tetap mempertahankan bentuk dan material khas Kampung Adat Ciptamulya sebagai bagian dari pelestarian budaya dan kearifan lokal masyarakat adat.
"Tetapi itu akan disesuaikan dengan kearifan lokal karena itu kan kampung adat ya, Cipta Mulya yang memang bahan-bahannya juga sesuai dengan kearifan lokal yang ada di sana. Itu rencananya Dinas Desa yang akan langsung eksekusi ke sana," jelasnya.
Teten menjelaskan, bentuk bangunan yang akan dibangun kembali nantinya juga akan ditentukan melalui musyawarah dengan pimpinan adat. Pemerintah hanya memberikan dukungan pembiayaan, sedangkan keputusan mengenai desain dan pelaksanaan tetap menghormati aturan adat setempat.
"Terkait dengan pembangunan waktunya kapan, itu mungkin akan disesuaikan juga dengan kearifan lokal yang ada di sana karena ini kan menyangkut masalah budaya atau segala macam lah ya yang notabene itu juga kita tidak bisa intervensi. Intinya kita support," ujarnya.
"Itu tergantung Ketua Adat. Tapi intinya uang diberikan ke rekening ke masing-masing rumah yang terdampak sekitar 51 rumah," sambungnya.
Untuk besaran bantuan, Pemprov Jabar menyiapkan dana berbeda sesuai jenis bangunan yang terbakar. Rumah warga akan menerima bantuan sekitar Rp50 juta per unit, sedangkan bangunan utama adat atau Imah Gede mendapatkan bantuan hingga sekitar Rp300 juta.
"Ada yang kecil teh Rp50 juta ya Pak Gubernur kemarin (menyampaikan), yang besarnya Rp300 juta kalau nggak salah. Rp50 juta untuk rumah kecil," ujar Teten.
