Proses peralihan Terminal Cicaheum menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya segera dilakukan. Sebagai konsekuensinya, sejumlah bangunan yang berada di terminal di Jalan Ahmad Yani itu akan dibongkar lalu dibangun menjadi fasilitas proyek angkutan massal tersebut.
Ditengah rencana peralihan, pemerintah pun menyiapkan kompensasi untuk para pedagang di Terminal Cicaheum. Berdasarkan data Dinas Perhubungan Kota Bandung, jumlah pedagang yang nantinya akan mendapat uang kompensasi tersebut kurang lebih sekitar 51 orang.
"Kami sudah melakukan sosialisasi ke pedagang, sudah ada kesepakatan. Cuma untuk pencairannya harus bikin dulu rekening BJB, jadi hari ini mulai pembuatan rekening," kata Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriadi, Senin (27/7/2026).
Rencananya, pedagang yang bakal mendapat kompensasi yaitu mereka yang menyewa atau mengontrak kios di Terminal Cicaheum. Sementara itu, pedagang asongan hanya mendapat bantuan dalam bentuk uang kerohiman.
"Semua pedagang dapat, termasuk pedagang asong tapi itu bentuknya uang kerohiman. Kalau pedagang kios yang berkontrak maupun yang sewa dapat kompensasi, nominalnya tergantung luas kios," ucapnya.
Nominal kompensasi pun diberikan bervariasi sesuai kesepakatan dengan para pedagang. Adapun jumlahnya mulai dari Rp 1 juta, Rp 8 juta hingga Rp 11 juta.
"Jadi nominal itu tergantung luas kios, berikut jenis jualannya apa saja, dan penghasilannya berapa. Itu sudah ada tim survei, jadi sudah ada perhitungannya," tuturnya.
Asep pun memastikan pencairan kompensasi akan dilakukan setelah pembuatan rekening rampung. Sehingga, kemungkinan besar uang sudah bisa masuk ke rekening masing-masing sehari setelah rekening dibuat.
Setelah semua pedagang menerima uang kompensasi itu, kata Asep, seluruh kios yang ada di kawasan Terminal Cicaheum akan dibongkar karena depo BRT harus clear dari aktivitas pedagang agar tak sampai mengganggu operasional.
"Setelah itu cair mungkin besok atau lusa, terus kalau sudah pencairan, terminal langsung ditutup dan kios dibongkar, sekarang sudah tidak ada penolakan sudah deal," pungkasnya.
Simak Video "Menikmati Pijat Pinggir Kolam dan Bersantai di Tempat Wisata Subang "
(ral/dir)