Terminal Cicaheum Dibongkar, Proyek Depo BRT Dimulai

Terminal Cicaheum Dibongkar, Proyek Depo BRT Dimulai

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 02 Sep 2026 14:49 WIB
Proyek depo BRT di Terminal Cicaheum
Proyek depo BRT di Terminal Cicaheum (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Alih fungsi Terminal Cicaheum, Kota Bandung kini telah dimulai. Fasilitas tersebut sudah dibongkar secara keseluruhan untuk dibangun depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya.

Pantauan detikJabar di lokasi, seluruh area Terminal Cicaheum kini telah ditutup aksesnya. Selain kios pedagang, kantor UPT Terminal Cicaheum juga ikut dibongkar untuk proyek BRT Bandung Raya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kadishub Kota Bandung Rasdian mengatakan, proyek BRT telah dimulai sejak pekan ketiga Agustus 2026. Proyek baru bisa dijalankan setelah kompensasi bagi 115 pedagang di Terminal Cicaheum bisa diberikan.

"Depo Cicaheum sudah dimulai. Karena sebelumnya kan ada permintaan PKL di situ untuk diberikan kompensasi, kompensasi sudah diberikan kr 115 PKL di situ. Jadi sekarang sudah mulai dilanjutkan pembanguannya," kata Rasdian saat dikonfirmasi, Rabu (2/9/2026).

ADVERTISEMENT

Untuk konstruksi awal, kata Rasdian, bakal dibangun terlebih dahulu tiang pancang di proyek BRT. Namun, ia mengaku belum mengetahui kapan target proyek itu bisa selesai dilaksanakan.

"Intinya sesuai timeline. Cuma kita belum lihat nih, harus konfirmasi dulu ke PPK-nya. Karena kan ini mulai jalannya bulan Agustus ini. Harusnya kan di bulan April, berarti kan kalau belum selesai, bakal kan pindah tahun (proyeknya)," ucap Rasdian.

Pembongkaran Terminal Cicaheum pun berpengaruh terhadap terminal angkot di sana. Pantauan detikJabar, angkot kemudian memilih ngetem di depan terminal untuk mencari penumpang.

Rasdian menjelaskan, Dishub sudah memberikan sosialisasi kepada para sopir angkot di tengah proyek pembangunan BRT. Tadinya, trayek angkot bakal dipindahkan ke Antapani, namun kemudian rencana itu batal dilaksanakan.

"Nanti trayeknya tidak geser ke Antapani, tetapi tetap di situ. Tapi kita sudah berikan layout-nya, muternya tidak jauh dari Cicaheum situ. Jadi tidak mengganggu aktivitas pekerjaan BRT di situ gitu," ujarnya.

Rasdian beralasan bahwa kesepakatan ini diambil dengan sejumlah pertimbangan. Salah satunya, Dishub harus mengeluarkan anggaran untuk memberikan kompensasi atas perubahan trayek angkot buntut pembangunan depo BRT di Terminal Cicaheum.

"Kalau ke Antapani kan nanti kita ada kewajiban untuk memberikan pelayanannya. Nambah kilometer lah, nambah apa, bikin ngerubah trayek lagi, itu prosesnya lama. Sementara kan pembangunan depo harus segera dilaksanakan, jadi biar enggak terganggu mobilitas angkot," katanya.

"Angkot hanya menurunkan penumpang aja, muternya sekitar situ. Makanya nanti juga ada kesepakatan bakal diberikan jalur 2,5 meter lah di belakang itu buat angkot masuk. Kalau pun nanti terganggu, nanti ada jalur muternya, U-turn-nya itu untuk angkot itu. Tapi tidak jauh dari terminal," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads