Terminal Cicaheum Bandung seharusnya sudah dikosongkan sejak sebulan lalu. Namun kenyataannya, bus dan aktivitas pedagang masih menjadi pemandangan sehari-hari. Di tengah terminal yang perlahan menuju akhir masanya dan rencana pembangunan depo BRT Bandung Raya, masih ada denyut kehidupan yang ternyata belum benar-benar padam.
Minggu (26/7/2026) siang itu, Terminal Cicaheum masih beraktivitas seperti biasanya. Padahal, sejak 26 Juni 2026, layanan di terminal yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung ini sudah dipindahkan seluruhnya ke Terminal Leuwipanjang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada siang itu, terminal masih didatangi penumpang. Ada yang hendak bepergian ke sejumlah daerah di Jawa Barat (Jabar), ada pula yang bersiap menempuh perjalanan lebih jauh menuju kota-kota di Pulau Jawa, mulai dari Yogyakarta, Semarang, hingga Surabaya.
Bus-bus yang seharusnya meninggalkan terminal itu pun masih datang mengambil penumpang. Di sisi lain, pedagang juga masih bertahan, menjaga lapak-lapak yang selama bertahun-tahun menjadi sumber penghidupan mereka.
Di tengah rencana perubahan wajah Terminal Cicaheum menjadi depo BRT Bandung Raya, kehidupan di tempat itu rupanya belum benar-benar berakhir. Ada aktivitas yang masih berjalan, ada pedagang yang masih bertahan, dan ada pula kepastian yang masih mereka tunggu.
Aktivitas di Terminal Cicaheum Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar) |
Sri Rahayu (34) adalah salah satunya. Siang itu, dia sengaja datang ke Terminal Cicaheum untuk berangkat menuju Purwokerto. Tiket bus bahkan sudah dibelinya secara online melalui aplikasi PO bus beberapa hari sebelumnya.
"Udah tahu sih sebetulnya kalau layanannya dipindah ke Leuwipanjang. Tapi pas nanya-nanya, di Cicaheum juga masih bisa untuk berangkat mah. Jadinya ya sudah, nunggu di sini saja," katanya saat berbincang dengan detikJabar.
Sri memilih cara yang menurutnya lebih praktis. Dibandingkan harus pergi ke Terminal Leuwipanjang, dia bisa menunggu bus di Cicaheum yang lokasinya lebih dekat dari tempat tinggalnya.
"Kebetulan kan lagi liburan, minggu depan baru kerja lagi di kampung. Nah dari rumah saudara lebih deketnya ke sini, ya udah milih nunggu busnya di sini aja," ucapnya.
Di Terminal Cicaheum sendiri, loket pembelian tiket ternyata masih tersedia. Penumpang masih bisa membeli tiket secara langsung di lokasi tersebut, selain melalui layanan online yang disediakan masing-masing perusahaan otobus (PO).
Salah seorang petugas pelayanan loket, Ajang, turut menceritakan bagaimana fasilitas itu masih bertahan di tengah rencana perubahan fungsi terminal. Meski layanan angkutan telah dipindahkan seluruhnya ke Terminal Leuwipanjang, sejumlah perusahaan otobus ternyata masih mempertahankan loket mereka di Cicaheum.
Aktivitas di Terminal Cicaheum Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar) |
Aktivitas itu membuat penumpang masih memiliki alasan untuk datang ke terminal tersebut. Mereka yang sudah terbiasa berangkat dari Cicaheum pun masih bisa mendapatkan tiket dan menunggu bus di sana.
"Sebetulnya udah dipindahin semua ke Terminal Leuwipanjang. Tapi sebagian masih ada yang double. Jadi di Leuwipanjang ada, di sini juga masih ada," kata dia.
Lalu, sejumlah PO bus masih memilih untuk masuk ke Terminal Cicaheum untuk menaikkan penumpang. Meskipun sebagiannya lagi memilih untuk 'ngetem' di luar terminal sebagaimana kebijakan yang telah ditentukan.
Bagi Ajang sendiri, ia mengaku tak ambil pusing dengan kebijakan yang dijalankan. Bahkan yang ia rasakan saat ini, jumlah penumpang justru lebih banyak di Terminal Leuwipanjang setelah kebijakan pengalihan layanan angkutan.
"Dipindahin itu kan sebenernya dari Mei yah, cuma sampe sekarang, ada mungkin udah 4 kali mah ditunda terus. Nah kalau kata saya mah, mending ditegasin aja. Karena udah enggak mungkin juga Terminal Cicaheum dibuka lagi, udah ke Leuwipanjang semua," ucapnya.
Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Terminal Cicaheum Asep Supriyadi menjelaskan bahwa pemerintah sebetulnya sudah mengirimkan surat peringatan kepada perusahaan otobus (PO) bus mengenai penghentian operasional Terminal Cicaheum. Namun, kondisi di lapangan terjadi karena masalah kompensasi yang belum selesai antara pemerintah dengan para PKL di Terminal Cicaheum. Sembari menunggu keputusan kompensasi itu disahkan, sejumlah pengusaha bus meminta untuk tetap bisa masuk ke terminal.
"Kebetulan kemarin lagi ada sosialisasi di Terminal Cicaheum mengenai kompensasi. Nah, ada beberapa pengurus dan pedagang memohon kepada pemerintah sebelum kompensasi ini dibayarkan, sambil menunggu kompensasi, mereka itu minta tetap masuk terminal lah, terutama yang telah menjual tiket online gitu," ucapnya.
Asep pun memastikan sudah ada titik terang mengenai rencana kompensasi untuk para PKL Terminal Cicaheum. Kompensasi itu sesuai target bisa dicairkan pada Senin (27/7/2026) atau Selasa (28/7/2026).
"Kompensasi juga tidak akan lama lagi, mungkin besok atau lusa. Setelah selesai, enggak boleh ada bus yang masuk terminal, karena rencananya nanti akan dibongkar untuk pembangunan BRT," katanya.
"Itu sudah kita tindak lanjuti sesuai dengan perintah yang tertera di surat kemarin, surat peringatan. Kalau ada PO yang membandel, nanti akan dikenakan sanksi berupa skorsing," pungkasnya.
(ral/orb)


