Keluarga Satpam yang Tewas Terborgol di Purwakarta Keluhkan Risiko Kerja

Dian Firmansyah - detikJabar
Minggu, 26 Jul 2026 15:06 WIB
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat melayat ke rumah satpam yang tewas terborgol di Waduk Jatiluhur (Foto: Dian Firmansyah/detikJabar)
Purwakarta -

Kasus petugas satuan pengamanan (satpam) berinisial S (43) yang ditemukan tewas tenggelam dalam keadaan terborgol di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, hingga kini masih menjadi sorotan publik.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta sampai saat ini masih terus mendalami penyebab pasti kematian korban. Meski beredar spekulasi di masyarakat bahwa peristiwa ini berkaitan dengan aksi vandalisme oleh sekelompok pemuda.

Hingga saat ini polisi belum menetapkan tersangka maupun memastikan penyebab utama kematian korban.

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, area Waduk Jatiluhur yang tergolong sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut dinilai minim penerangan dan belum dilengkapi dengan fasilitas kamera pengawas (CCTV) yang memadai.

Keluhan terkait tingginya risiko keselamatan kerja ini juga disampaikan langsung oleh pihak keluarga korban kepada Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, saat beliau melayat ke rumah duka di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Saepul Bahri Binzein meminta pengelola Waduk Jatiluhur, yakni Perum Jasa Tirta II (PJT II), untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan di kawasan tersebut.

"Kita tentunya akan evaluasi. Kasusnya seperti apa, sepenuhnya kita serahkan ke pihak kepolisian yang masih melakukan penyelidikan dan proses autopsi," ujar Saepul Bahri Binzein, Minggu (26/07/2026).

Om Zein sapaan akrabnya menegaskan bahwa fasilitas pendukung keamanan di objek vital nasional tidak boleh diabaikan.

"Sebaiknya harus ada CCTV. Penugasan pengamanan juga harus disesuaikan dengan luas area dan tingkat kerawanan. Kalau area luas dan rawan, tidak bisa hanya dijaga satu orang. Penerangan juga harus ditambah, tidak boleh gelap," tegasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian dilaporkan telah memeriksa sedikitnya 10 orang saksi untuk mengumpulkan bukti dan petunjuk terkait kematian korban. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil resmi dari penyelidikan serta autopsi guna memastikan apakah kasus ini murni kecelakaan atau terdapat unsur tindak pidana pembunuhan.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork