Teka-teki kematian Sumarna (34), petugas keamanan yang ditemukan tewas tenggelam dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, memicu tanda tanya besar. Pihak keluarga mendesak kepolisian segera mengungkap tabir di balik kejadian yang dinilai tidak wajar tersebut.
Ocid, paman korban, menuturkan bahwa kabar duka tersebut baru diterima keluarga menjelang waktu salat Jumat. Kecurigaan muncul saat keluarga melihat langsung kondisi jenazah yang masih terikat borgol saat dievakuasi dari air.
"Saya dapat info pas mau Jumat, bahwa korban terborgol di air. Karena korban meninggal di air dan ada hal yang janggal posisinya tangan terborgol ke belakang, tolong usut tuntas sesuai jalur hukum," ujar Ocid, Paman korban di temui di Kamar Jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta, Jumat (24/07/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demi mencari kebenaran, pihak keluarga telah memberikan izin kepada kepolisian untuk melakukan prosedur autopsi. Ocid berharap langkah medis ini dapat menjawab misteri penyebab kematian keponakannya yang hingga kini belum terungkap.
"Saya selaku paman korban, tadi sudah menghubungi kakak korban dan adik korban, kemudian istri korban sudah menyetujui proses autopsi. Agar bisa diketahui penyebab kematiannya, karena sampai saat ini kami tidak mengetahui apa penyebabnya," katanya.
Sumarna merupakan warga Desa Kembang Kuning, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta. Almarhum yang telah lama mengabdi sebagai satpam di Perum Jasa Tirta II ini meninggalkan seorang istri dan dua orang anak.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan rekan kerja korban, tengah dimintai keterangan untuk mendalami motif serta kronologi di balik peristiwa tragis tersebut.
