Panitia penyelenggara Syukuran Nelayan ke-69 Desa Ciwaru bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Ciemas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada vokalis Tantri Syalindri dan manajemen grup musik Kotak.
Permohonan maaf ini disampaikan menyusul adanya insiden penyerobotan panggung oleh seorang penonton pada konser di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/7/2026) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak panitia mengakui adanya celah keteledoran pengamanan pada akhir acara yang dimanfaatkan oleh oknum penonton tersebut. Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ciwaru Ujang Abdurohim menyatakan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengisi acara.
"Kami atas nama panitia penyelenggara dari HNSI Kecamatan Ciemas dan Panitia Syukuran Nelayan ke-69 Pantai Palangpang Geopark Ciletuh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Teh Tantri dan Band Kotak," kata Ujang saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (22/7/2026).
Ia mengakui insiden tersebut di luar perkiraan pihak penyelenggara. "Atas ketidaknyamanan tersebut, ini merupakan bagian dari keteledoran kami panitia. Kami betul-betul tidak menyangka akan ada penonton yang berbuat tidak sopan seperti itu," lanjutnya.
Rangkaian pertunjukan musik dalam rangka Syukuran Nelayan ke-69 tersebut sebenarnya berlangsung tertib dan kondusif sejak awal. Ribuan warga memenuhi area Pantai Palangpang untuk menikmati jalannya pertunjukan tanpa adanya gangguan berarti.
Namun, situasi berubah secara mendadak ketika penampilan band Kotak memasuki sesi penutup. Di tengah momen perpisahan pengisi acara dengan penonton, seorang pria tidak dikenal tiba-tiba menerobos barikade pembatas area penonton.
Pria tersebut melompat naik ke panggung utama dan menghampiri Tantri secara mendadak hingga memeluknya secara paksa. Aksi spontan tersebut membuat suasana panggung sempat terganggu.
Beruntung, kru panggung bersama personel kepolisian dari Polres Sukabumi yang bersiaga di lokasi bertindak sigap menyergap dan mengamankan pelaku dari area panggung sebelum situasi berlanjut lebih jauh.
Ujang menjelaskan bahwa identitas detail pelaku belum dapat dipastikan karena yang bersangkutan langsung ditangani oleh pihak kepolisian.
Kendati demikian, pengamatan fisik terhadap pelaku mengindikasikan adanya pengaruh minuman beralkohol saat aksi nekat tersebut terjadi.
"Kami tidak tahu pasti asal penonton tersebut. Namun, terindikasi kuat dalam keadaan mabuk karena yang bersangkutan bahkan tidak menggunakan sandal saat menerobos panggung. Beruntung petugas Polres Sukabumi dan panitia sigap, sehingga pelaku langsung diamankan," tutur Ujang.
Panitia berharap peristiwa ini menjadi evaluasi bersama terkait pengamanan acara pertunjukan musik serta berharap tim Kotak tidak jera untuk kembali tampil di wilayah Geopark Ciletuh pada masa mendatang.
"Mudah-mudahan Band Kotak dan Teh Tantri tidak kapok untuk kembali konser di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas," ujar Ujang.
(sya/sud)
