Farhan Usulkan Tarif BRT Bandung Raya Rp 7 Ribu

Farhan Usulkan Tarif BRT Bandung Raya Rp 7 Ribu

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 16:19 WIB
Walikota Bandung M Farhan
Walikota Bandung M Farhan (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar).
Bandung -

Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya mulai serius digarap. Program untuk mengatasi kemacetan itu ditarget mulai beroperasional mulai 2027 mendatang.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proyek BRT Bandung Raya nantinya bakal membuat skema transportasi massal di wilayahnya mengalami penyesuaian. Salah satunya kebutuhan gedung parkir di sepanjang jalur BRT yang bakal dilalui.

"Akan ada beberapa perubahan yang luar biasa, tapi Insyaallah ini akan memberi peluang kepada masuknya investor-investor baru, khususnya untuk pembangunan gedung parkir di sepanjang jalur BRT," kata Farhan, Rabu (22/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena sepanjang jalur BRT ini tidak boleh ada PKL, jadi semua dipindahkan. Kalau PSO (public service obligation) itu sudah jadi komitmen dari awal. Sejak 2024 program ini dicanangkan," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Farhan sempat ditanya soal rencana tarif saat BRT Bandung Raya milai beroperasi. Ia pun mengusulkan agar tarif angkutan massal itu ditetapkan sebesar Rp 7 ribu.

"Itu belum tahu. Saya lagi berjuang supaya tarifnya Rp7.000 saja, kalau angkot Bandung kan sekarang sudah Rp10.000," ucapnya.

Saat BRT Bandung Raya beroperasi, Farhan juga menginginkan angkot dialihkan menjadi feeder. Kendaraannya nanti bakal diubah menjadi kendaraan listrik yang sedang dibahas kembali secara detail.

"Jadi angkot akan dijadikan feeder menggunakan mobil listrik. Nah, bisnis modelnya seperti apa, sedang dikelola oleh Dinas Perhubungan, koperasi-koperasi angkutan, dan juga beberapa pihak swasta yang menjadi investor," tuturnya.

Jalan Ahmad Yani Jadi Satu Jalur

Kemudian, keberadaan BRT Bandung Raya juga berpotensi mengubah skema lalu lintas di Kota Kembang. Salah satunya, Jalan Ahmad Yani yang direncanakan menjadi satu jalur untuk mendukung kebutuhan BRT.

"Peluangnya begini, yang pasti sekarang kita sedang mempelajari analisis dampak lalu lintas. Apabila pembangunan jalan untuk BRT ini sudah dilaksanakan, simulasi-simulasinya belum selesai, tetapi kelihatan akan ada pengalihan jalan," katanya.

"Kami juga sedang melihat kemungkinan Jalan Ahmad Yani ini dijadikan searah semuanya. Nah, ini akan sangat mempengaruhi nanti seberapa besar pembangunan yang akan dilakukan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Ada Aktivitas Pasar, Jalur Limbangan Garut Macet 2,5 Km"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads