Aksi Humanis Polisi Arif Karawang, dari Beri Beras hingga Saksi Nikah

Aksi Humanis Polisi Arif Karawang, dari Beri Beras hingga Saksi Nikah

Irvan Maulana - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 11:26 WIB
Polisi Arif Karawang diminta jadi saksi nikah oleh warga
Polisi Arif Karawang diminta jadi saksi nikah oleh warga. Foto: Istimewa
Karawang -

Di jagat maya, nama 'Polisi Arif' barangkali jauh lebih populer ketimbang nama aslinya di dunia nyata. Bagi warganet, sosok ini bukan sekadar aparat berseragam cokelat yang mengatur lalu lintas, melainkan figur karismatik yang kerap wara-wiri di lini masa dengan konten-konten yang mengocok perut sekaligus menyentuh sanubari.

Sosok di balik akun fenomenal tersebut adalah Aipda Syarif Hidayat, Anggota Unit Kamsel Satlantas Polres Karawang. Lewat kreativitasnya, Arif berhasil mengubah wajah kaku kepolisian menjadi lebih cair dan dekat dengan masyarakat. Setiap unggahannya selalu dinanti, mulai dari aksi jenaka saat menegur pelanggar hingga momen-momen haru yang menguras air mata.

Salah satu momen yang paling membekas di ingatan publik adalah saat Arif menghentikan seorang pengendara motor yang melanggar aturan: tanpa SIM, membawa barang berlebih, dan membonceng anak tanpa helm. Suasana yang semula tegang berubah menjadi haru biru saat sang anak berucap bahwa ibunya telah tiada. Di tengah momen itu, Arif hadir bukan dengan surat tilang, melainkan dengan cenderamata keselamatan berupa beras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi Arif, tugas di Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) tidak melulu soal formalitas di balik meja atau baris-berbaris. Ia memilih menerjemahkan instruksi pimpinan dengan gaya yang lebih segar, yakni berkeliling sambil mendokumentasikan edukasi bagi para pengguna jalan.

"Sebagai masyarakat punya media sosial adalah hal yang lumrah, tapi sebagai polisi saya berpikir agar bagaimana akun yang saya miliki mendapat manfaat. Sejak tahun 2022 lalu saya bangun akun saya ini dengan konten berupa patroli dan melakukan teguran-teguran, istilahnya tindakan preventif lah, kepada pengendara yang tidak taat lalu lintas," ucap Arif, saat berbincang dengan detikJabar, di Mapolres Karawang, Rabu (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menariknya, konten-konten Arif tidak pernah dirancang dengan skenario atau settingan. Semua mengalir apa adanya. Tak jarang, warganet ikut dibuat geram saat melihat pengendara yang membandel atau bersikap tidak sopan saat ditegur. Kejujuran visual inilah yang menjadi kekuatan utama akunnya.

"Bukan hanya momen menyentuh yah, kadang juga ada momen lucu, bahkan mungkin momen emosi untuk masyarakat saat saya membaca kolom komentar, misalnya saya menegur pengendara yang merokok tapi ngeyel, kemudian yang komentar yang emosi. Itu semua terjadi karena kontennya random, saya hanya upload setelah izin dari atasan, jadi saya pikir ini konten aman dan bermanfaat," paparnya.

Popularitas Arif kini telah berbuah ratusan ribu pengikut dan jutaan penonton. Dampaknya pun luar biasa; ia tidak lagi hanya mengurusi jalan raya, tetapi juga mulai masuk ke ruang-ruang privat masyarakat yang mengaguminya. Salah satu pengalaman paling unik adalah ketika ia diminta menjadi saksi pernikahan oleh salah seorang warga.

"Iya memang setelah pengikut media sosial banyak, Alhamdulillah banyak juga manfaatnya, masyarakat teredukasi. Bahkan sampai saya diminta jadi saksi pernikahan, katanya pengen dihadiri Polisi Arif, atas izin pimpinan saya hadir, kita turut mengawal pengantin. Dengan ikut andil di hari spesial orang lain jadi kebagiaan tersendiri bagi saya," ungkap Arif.

Sebagai abdi negara, Arif memandang media sosial sebagai 'senjata' modern. Bukan untuk melukai, melainkan untuk melindungi dan mengedukasi. Ia menaruh harapan besar agar institusi Polri semakin dicintai dan tidak lagi menjadi sosok yang ditakuti di jalanan.

"Ibarat senjata, media sosial juga harus jadi senjata menunjang tugas saya, salah satunya dengan konten edukasi. Dengan media sosial juga saya harap masyarakat yang tadinya takut ditilang melihat polisi di jalan, sekarang jadi teredukasi bahwa tidak semua pelanggar harus ditilang, tapi juga harus diingatkan dengan cara yang lebih humanis," pungkasnya.

Beras untuk Pengendara

Aksi Arif dan anggota lainnya yang memberikan beras kepada anak-anak memicu reaksi positif dan rasa kagum dari netizen. Aksi itu menggemparkan jagat maya.

Kasat Lantas Polres Karawang AKP Sudiriyanto menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Pantura, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, pada Minggu (19/7/2026). Saat itu, dua personel polisi yang tengah berpatroli menghentikan pemotor yang membawa barang berlebih serta membonceng anak tanpa helm dan tidak memiliki SIM.

"Itu peristiwa hari Minggu, petugas Sat Lantas sedang patroli melakukan tindakan pre-emptive dan preventif, di mana tugasnya memang hanya untuk memberikan imbauan bukan untuk melakukan tindakan penegakan hukum," kata Sudir saat diwawancara detikJabar di Mapolres Karawang, Rabu (22/7/2026).

Dalam video yang beredar, terselip momen menyentuh saat seorang anak kecil berucap bahwa ibunya telah tiada. Momen itu terjadi ketika petugas memberikan bingkisan berupa beras. Sudir menegaskan, pemberian beras tersebut adalah bentuk apresiasi agar pengendara lebih tertib dan tidak mengulangi kesalahannya di kemudian hari.

"Itu merupakan konten yang random yah. Kenapa tadi tidak ditilang tugas kepolisian yang patroli hanya untuk mengingatkan. Kita memberi beras itu ada namanya program Cekes atau cinderamata keselamatan, ini merupakan bentuk apresiasi supaya pengendara tidak mengulangi lagi kesalahannya," kata dia.

Program Cekes (Cinderamata Keselamatan) ini, lanjut Sudir, digagas sebagai respons atas tingginya angka pelanggaran lalu lintas di wilayah Karawang. Polisi mencoba pendekatan yang lebih persuasif untuk menyentuh kesadaran masyarakat.

"Setiap minggu kita siapkan 50 karung beras seberat 5 kilogram, ini namanya Cekes yang kita gagas melalui kegiatan preventif tadi, dan Alhamdulillah diapresiasi oleh masyarakat, dan itu terbukti dari turunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas," ungkap Sudir.

Sudir memaparkan data kecelakaan di Karawang sepanjang tahun 2026 yang cukup memprihatinkan. Sejak Januari hingga saat ini, tercatat ada 410 kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai 49 orang.

"Jadi kan kalau kita lihat angka kecelakaan kita tuh tahun ini Januari sampai sekarang itu sudah 410. Yang meninggalnya 49 orang, selain penindakan ETLE dan tilang manual, kita juga gencarkan tindakan preventif melalui konten tadi, agar menjadi sarana eduaksi juga untuk masyarakat," lanjutnya.

Selain pendekatan humanis, Satlantas Polres Karawang juga tetap tegas dengan menggelar operasi tilang manual sebanyak tiga kali selama Juli 2026 di titik rawan kecelakaan (black spot) dan titik kemacetan (trouble spot). Hasilnya, angka kecelakaan diklaim menurun drastis hingga 50 persen.

"Kita operasi tilang manual atau tilang di tempat di titik black spot dan trouble spot, ini terbukti ampuh dari perbandingan bulan Mei ada 47 kecelakaan Juni sampai sekarang kita hanya 25 kecelakaan," paparnya.

Menariknya, ide tindakan preventif ini justru lahir dari aspirasi masyarakat Karawang sendiri yang disampaikan melalui kanal media sosial resmi kepolisian.

"Ini dari masyarakat sendiri yang ngomong, dari laporan ke IG, dan FB kami, ada yang minta lah agar ada pembedanya yang tertib dengan yang melanggar, oleh karena itu, kita buat program Cekes, dan diaplikasikan melalui konten media sosial," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads