Wali Kota Bandung Muhammad Farhan punya pandangan berbeda menghadapi begal yang saat ini sedang rawan di wilayahnya. Ia melarang warganya untuk melakukan tindakan main hakim sendiri demi mencegah potensi salah sasaran.
Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Badat telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas dan terukur untuk pelaku kejahatan atau begal yang meresahkan masyarakat. Tak hanya itu, Kabid Humas Polda Kabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jika masyarakat juga boleh memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku begal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditemui detikJabar, Farhan awalnya mengatakan bahwa lembaga yang berwenang melakukan penindakan adalah kepolisian. Warga kata Farhan, hanya bisa mencegah melalui sejumlah upaya yang telah disusun pemerintah.
"Satu-satunya lembaga yang punya kewenangan untuk penindakan adalah polisi. Maka saya akan sangat mendukung kerja polisi melakukan penindakan yang sesuai hukum. Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat? Pencegahan," kata Farhan di Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).
"Walikota Bandung akan memastikan melakukan pencegahan, salah satu pencegahan yang paling efektif adalah siskamling. Dengan prinsip warga jaga warga, warga jaga kota ya teh pencegahan," tuturnya menambahkan.
Farhan pun melarang warga Kota Bandung untuk menindak sendiri pelaku begal di jalanan. Ia menyarankan masyarakat agar mempercayakan penindakan itu kepada pihak kepolisian.
"Kalau penanganannya tetap harus oleh polisi penindakannya. Kita sebagai warga tidak boleh melakukan main hakim sendiri, enggak boleh," ucapnya.
'Kalau Pemerintah Kota Bandung berprinsip enggak boleh warga sipil di luar aparat, tidak boleh melakukan penindakan. Sehingga ketika melakukan pencegahan teh bekerja sama dengan Polsek, dengan Babinsa, Babinkamtibmas, dengan Koramil, itu maksudnya mah," tegasnya.
Larangan itu Farhan sampaikan supaya tidak ada kejadian salah sasaran terhadap pelaku begal. Meski pernyataannya bakal mendapat cibiran, Farhan ingin memastikan tindakan main hakim sendiri tidak terjadi di lapangan.
"Saya yang paling penting ini, ini mah penekanan ya. Masyarakat Kota Bandung jangan lakukan main hakim sendiri karena ada resiko salah sasaran," katanya.
"Ini saya serius. Saya tahu apa yang saya sampaikan ini tidak populer, tetapi saya mesti memastikan jangan sampai main hakim sendiri sehingga terjadi salah sasaran," pungkasnya.
Simak Video "Video 3 Remaja di Tambora Dikejar Kelompok Bersajam Sampai Nabrak Tiang"
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
