DPRD Kota Bogor mendorong Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat untuk mengambil peran lebih strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini dinilai krusial mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah pada tahun anggaran 2026.
Harapan tersebut mengemuka saat jajaran pengurus Kadin Kota Bogor periode 2026-2031 menyambangi Kantor DPRD Kota Bogor pada Rabu (15/7/2026). Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, menerima langsung rombongan yang dipimpin Ketua Kadin terpilih, Arwinsyah Putra. Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Komisi III Ahmad Aswandi dan Sekretaris Komisi II Mochamad Benninu Argoebie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kunjungan ini merupakan bagian dari persiapan menjelang pelantikan pengurus Kadin yang telah dijadwalkan pada 18 Juli 2026. Arwinsyah menegaskan bahwa pihaknya memerlukan masukan dari legislatif untuk mematangkan struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan dunia usaha.
"Kami berkunjung dalam rangka menerima arahan, masukan, pandangan, dan harapan DPRD untuk Kadin ke depannya seperti apa," ujar Ketua Kadin Kota Bogor, Arwinsyah Putra.
Arwinsyah menambahkan, masukan dari DPRD akan menjadi bahan evaluasi dalam menyempurnakan susunan kepengurusan. Ia menargetkan kepengurusan baru ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi iklim usaha di Kota Bogor.
Di sisi lain, Adityawarman Adil menekankan bahwa peran Kadin kini menjadi vital saat kebijakan efisiensi anggaran pusat mulai menekan kemampuan fiskal daerah. Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci agar roda pembangunan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan.
"Kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat cukup berdampak pada APBD 2026 sehingga beberapa kegiatan yang biasa dapat di cover APBD bisa jadi pada tahun ini tak terlaksana. Karena itu, Kadin diharapkan bisa melakukan kegiatan yang tidak bisa diselesaikan oleh APBD," papar Adityawarman Adil.
Ia berharap Kadin mampu menghadirkan terobosan sebagai mitra strategis pemerintah, terutama melalui program-program yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bogor, Mochamad Benninu Argoebie, menyoroti perlunya diversifikasi sektor usaha. Menurutnya, Kadin tidak boleh lagi hanya bergantung pada sektor konvensional seperti infrastruktur dan konstruksi.
"Hari ini ekonomi Kota Bogor dalam kondisi penuh dinamika" tegas Benninu.
Ia menilai diversifikasi sektor usaha sangat penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah. Kadin diharapkan lebih aktif menggali potensi ekonomi baru yang dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah.
"Kadin diharapkan mampu bersinergi erat dengan Pemerintah Kota Bogor dalam upaya memperluas potensi serta mencapai target pendapatan asli daerah (PAD)," pungkasnya.
