Eka Wardhana Dorong Gerakan Pilah Sampah di Workshop Bogorku Bersih

Eka Wardhana Dorong Gerakan Pilah Sampah di Workshop Bogorku Bersih

Tya Eka Yulianti - detikJabar
Rabu, 15 Jul 2026 19:32 WIB
Eka Wardhana di acara Workshop Bogorku Bersih
Foto: Istimewa
Bogor -

Anggota DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, menegaskan pentingnya membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah utama mengatasi persoalan sampah di Kota Bogor. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Workshop Bogorku Bersih yang digelar di Ruang Paseban Sri Baduga, Balaikota Bogor, Selasa (14/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Eka memberikan apresiasi terhadap konsistensi gerakan Bogorku Bersih yang selama ini terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

Menurutnya, program tersebut kini telah berkembang melampaui sekadar lomba atau kompetisi kebersihan. Bogorku Bersih dinilai telah menjadi gerakan sosial yang membangun budaya baru sekaligus identitas masyarakat Kota Bogor dalam menjaga kelestarian lingkungan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Persoalan sampah di Kota Bogor adalah tantangan nyata yang terus bertumbuh seiring dengan bertambahnya populasi penduduk. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. Paradigma lama yang hanya mengandalkan pola 'kumpul, angkut, lalu buang' ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus segera kita tinggalkan," tegas Eka Wardhana.

Eka Wardhana di acara Workshop Bogorku BersihEka Wardhana di acara Workshop Bogorku Bersih Foto: Istimewa

Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Hulu

Eka menilai solusi utama persoalan sampah berada pada perubahan perilaku masyarakat sejak dari sumbernya. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melakukan pengurangan sampah langsung dari hulu melalui kebiasaan memilah sampah dan mengurangi timbulan sampah rumah tangga.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak ditentukan oleh kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan oleh kesadaran masyarakat di lingkungan terkecil, seperti rumah tangga, perkantoran, sekolah, hingga kawasan permukiman.

"Kunci suksesnya ada di dapur rumah kita masing-masing, di meja-meja kantor kita, dan di hulu tempat sampah itu diproduksi. DPRD Kota Bogor sendiri terus mendorong penguatan regulasi dan kebijakan anggaran yang berpihak pada pengelolaan sampah berbasis komunitas," ujar Eka.

Ia menjelaskan, pengurangan sampah dari sumber dapat dilakukan melalui penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R), pemilahan sampah organik dan anorganik secara disiplin, serta optimalisasi peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di tingkat kelurahan.

Menurut Eka, langkah tersebut akan memberikan dampak besar terhadap berkurangnya volume sampah yang harus dibuang ke TPA.

"Jika kita berhasil menahan dan mengelola sampah di hulu, kita telah menyelamatkan masa depan lingkungan kota ini sebesar lima puluh persen," lanjutnya.

PSEL Dinilai Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Modern

Selain pengurangan sampah dari sumber, Eka juga menyoroti pentingnya penanganan sampah residu yang tidak dapat diolah melalui sistem daur ulang.

Ia menyebut Kota Bogor saat ini sedang mempersiapkan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai salah satu solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah perkotaan.

Menurutnya, teknologi PSEL merupakan inovasi yang mampu mengubah sampah menjadi sumber energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap TPA.

"Teknologi PSEL merupakan solusi modern yang akan mengubah beban masalah sampah menjadi aset energi yang bermanfaat. Melalui workshop ini, saya meminta seluruh elemen masyarakat, khususnya para kader yang hadir hari ini, untuk menjadi perpanjangan tangan informasi dalam mensosialisasikan PSEL," pintanya.

Eka menegaskan, keberhasilan implementasi teknologi tersebut tetap bergantung pada kualitas pemilahan sampah dari rumah tangga. Sampah yang telah dipilah akan memudahkan proses pengolahan sehingga sistem PSEL dapat berjalan lebih efektif dan ramah lingkungan.

"PSEL akan berjalan optimal jika sampah yang dikirim sudah terpilah dengan baik dari rumah," terangnya.

Edukasi Publik Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam paparannya, Eka juga mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak muncul kesalahpahaman mengenai teknologi PSEL.

Ia menjelaskan bahwa PSEL bukan sekadar fasilitas pembakaran sampah, melainkan sistem pengelolaan sampah modern yang menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan pengawasan ketat sesuai standar yang berlaku.

Karena itu, ia meminta para peserta Workshop Bogorku Bersih menjadi agen perubahan yang aktif menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sekaligus manfaat pembangunan PSEL bagi Kota Bogor.

DPRD Kota Bogor Siap Kawal Regulasi dan Anggaran

Sebagai anggota legislatif, Eka menegaskan komitmen DPRD Kota Bogor untuk terus mendukung kebijakan pengelolaan lingkungan melalui penyusunan regulasi maupun pengalokasian anggaran yang berpihak pada program pengurangan sampah.

Menurutnya, dukungan pemerintah harus berjalan beriringan dengan keterlibatan masyarakat agar target mewujudkan Kota Bogor yang bersih dan berkelanjutan dapat tercapai.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan yang baik tidak akan berjalan tanpa partisipasi warga.

"Mari kita jadikan workshop hari ini sebagai momentum nyata untuk menyatukan langkah. Kurangi sampah dari rumah kita, dukung penuh inovasi teknologi PSEL, dan mari bersama-sama membawa Kota Bogor menuju kota yang benar-benar bersih, hijau, dan berkelanjutan," pungkas Eka Wardhana.



(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads