Jerit Warga Cikundul Sukabumi: 2 Bulan Krisis Air Bersih

Jerit Warga Cikundul Sukabumi: 2 Bulan Krisis Air Bersih

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 18 Jul 2026 13:53 WIB
Warga saat mengangkut air bersih dari PMI
Warga saat mengangkut air bersih dari PMI (Foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Debu-debu halus tampak menyelimuti pelataran rumah Lina (50), warga Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Di sana, ia hanya bisa menatap nanar ke arah lubang sumur di dapur rumahnya. Sudah dua bulan lamanya, tak ada lagi air yang bisa disedot dari kedalaman tanah itu.

Kemarau panjang tahun ini kembali membawa dampak pelik. Sumur yang biasanya menjadi sumber kehidupan bagi keluarga Lina, kini berubah menjadi lubang kering kerontang. Tak ada lagi suara mesin pompa yang menderu, hanya kesunyian yang terasa saat ia mencoba memutar keran air di dapur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah mau dua bulan kondisinya begini. Sumur di dalam rumah, di dapur, sudah kering total," ujar Lina saat berbincang dengan detikJabar, Sabtu (18/7/2026).

Untuk sekadar bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan rumah tangga, Lina harus memutar otak. Setiap hari, ia terpaksa menempuh perjalanan menuju wilayah Ciwangun demi mencari sumber air. Jika tidak, ia terpaksa mengandalkan kerelaan tetangga yang sumurnya masih menyisakan sedikit cadangan air.

ADVERTISEMENT

Bahkan, pengeluaran untuk air bersih kini membengkak. Lina mengaku harus membeli air galon dalam jumlah banyak setiap harinya.

"Beli galon juga, dua hari saja sudah habis 20 galon. Sangat berat," keluhnya.

Nestapa yang dirasakan Lina bukanlah cerita tunggal. Di RT 1 RW 4, Kampung Cikundul Hilir, pemandangan serupa terlihat hampir di setiap rumah. Warga dipaksa akrab dengan kesulitan air bersih, sebuah rutinitas pahit yang selalu berulang setiap tahun saat musim kemarau tiba.

Di tengah kepungan kekeringan ini, satu-satunya harapan yang terpatri di benak warga adalah hadirnya solusi permanen. Pengeboran sumur dalam menjadi impian yang paling dinantikan agar mereka tak lagi harus memburu air hingga ke luar kampung.

"Hampir semua warga di sini kesulitan. Keinginan kami cuma satu, ada pengeboran sumur supaya tidak begini terus setiap tahun," harap Lina.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiagakan armada untuk mendistribusikan air bersih sebagai respons atas status siaga darurat kekeringan yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga 30 September 2026 mendatang.

"Sampai saat ini, kami dari PMI sudah dua kali merespons permohonan suplai air bersih darurat. Hari ini, di RW 4 Kelurahan Cikundul, kami distribusikan sebanyak 9.500 liter air untuk 342 kepala keluarga dari tiga RT," ujar Imran.

Imran menambahkan, wilayah RW 4 Cikundul memiliki tantangan topografi karena berada di dataran tinggi, sehingga debit air pada sumber-sumber yang ada mengalami penurunan.

"Ada (sumber air), cuma agak lama untuk menaikkan debitnya lagi. Sehingga mungkin masyarakat membutuhkan darurat layanan air bersih. Kami dibantu juga dengan PDAM, satu tangki PDAM dengan kapasitas 4.500 liter dan satu tangki yang PMI punya itu 5.000 liter," jelas Imran.

Hingga saat ini, PMI terus menghimpun data terkait sebaran krisis air bersih di wilayah tersebut guna memastikan bantuan tepat sasaran selama status siaga bencana kekeringan masih berlaku.

Halaman 3 dari 2
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads