Debu-debu halus tampak menyelimuti pelataran rumah Lina (50), warga Kampung Cikundul Hilir, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Di sana, ia hanya bisa menatap nanar ke arah lubang sumur di dapur rumahnya. Sudah dua bulan lamanya, tak ada lagi air yang bisa disedot dari kedalaman tanah itu.
Kemarau panjang tahun ini kembali membawa dampak pelik. Sumur yang biasanya menjadi sumber kehidupan bagi keluarga Lina, kini berubah menjadi lubang kering kerontang. Tak ada lagi suara mesin pompa yang menderu, hanya kesunyian yang terasa saat ia mencoba memutar keran air di dapur.
"Sudah mau dua bulan kondisinya begini. Sumur di dalam rumah, di dapur, sudah kering total," ujar Lina saat berbincang dengan detikJabar, Sabtu (18/7/2026).
Untuk sekadar bertahan hidup dan mencukupi kebutuhan rumah tangga, Lina harus memutar otak. Setiap hari, ia terpaksa menempuh perjalanan menuju wilayah Ciwangun demi mencari sumber air. Jika tidak, ia terpaksa mengandalkan kerelaan tetangga yang sumurnya masih menyisakan sedikit cadangan air.
Bahkan, pengeluaran untuk air bersih kini membengkak. Lina mengaku harus membeli air galon dalam jumlah banyak setiap harinya.
"Beli galon juga, dua hari saja sudah habis 20 galon. Sangat berat," keluhnya.
(mso/mso)